Di Publish Pada Tanggal : Kamis, 28 September 2017 14:25 WIB

Pesawat A330-200 Garuda Indonesia Tibakan Sepasang Giant Panda dari Chengdu

Jakarta, HanTer - Maskapai penerbangan Garuda Indonesia pada hari ini menyambut kedatangan sepasang Giant Panda pinjaman dari pemerintah Tiongkok di Bandara Internasional Soekarno-Hatta Jakarta, setelah mengangkut kedua satwa endemik tersebut dalam penerbangan GA887 dari Chengdu menuju Jakarta dengan waktu tempuh sekitar 6 jam 50 menit.

Fasilitas pengangkutan kedua panda raksasa dengan jenis Ailuropoda Melanoleuca tersebut merupakan bentuk dukungan Garuda Indonesia terhadap upaya pelestarian dan konservasi populasi Panda di dunia yang juga turut menandai peningkatan hubungan bilateral yang telah dijalin antara Indonesia dan Republik Rakyat Tiongkok.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya dalam sambutannya di acara seremonial penerimaan Giant Panda hari ini mengatakan, “Tahun ini Indonesia mendapat kehormatan untuk menjadi negara ke-16 yang mendapatkan peminjaman pengembangbiakan (breeding loan) Giant Panda. Kami harapkan kerjasama ini semakin mempromosikan persahabatan antar kedua negara.”

Direktur Utama Garuda Indonesia Pahala N. Mansury mengungkapkan, “Sebagai national flag carrier, merupakan kehormatan tersendiri bagi kami untuk dapat ambil bagian dalam upaya tindak lanjut dari inisiasi konservasi panda yang telah dijalin oleh Indonesia dan Tiongkok sejak peringatan 60 tahun hubungan diplomatik antar kedua negara di tahun 2010 lalu.”

"Persiapan penerbangan Panda ini telah kami lakukan sejak tiga bulan lalu melalui koordinasi intensif dan safety risk assessment yang dilakukan antara seluruh pihak terkait, mulai dari jajaran operasional penerbangan, pihak manufaktur, hingga otoritas terkait lainnya, sehingga saat ini pengangkutan sepasang Giant Panda dari Chengdu ke Jakarta dapat berlangsung dengan lancar,” lanjutnya.

Untuk menjaga kenyamanan dan keselamatan hewan langka ini, dalam melaksanakan pengangkutannya Garuda Indonesia menggunakan armada Airbus A330-200 yang dioperasikan pada penerbangan GA887 yang secara khusus di re-routemenjadi Chengdu-Jakarta-Denpasar, dari sebelumnya Chengdu-Denpasar-Jakarta.

Dengan pengalihan rute tersebut waktu penerbangan menjadi lebih singkat, dari umumnya selama kurang lebih 11 hingga 13 jam dengan transit di Denpasar dan risiko pemindahan dan proses ground handling juga dapat diminimalisir. Penerbangan GA887 tersebut berangkat dari Bandara Shungliu Chengdu pukul 04.10 waktu setempat dan tiba di Jakarta pada pukul 08.50 WIB.

Selain melakukan penyesuaian rute penerbangan, Garuda Indonesia juga menyiapkan kompartemen khusus dengan memaksimalkan ruang kargo di perut pesawat untuk memuat kandang masing-masing Giant Panda berumur tujuh tahun tersebut, yaitu panda jantan bernama Cai Tao yang berbobot 128 Kg dan panda betina bernama Hu Chun dengan bobot 113 Kg.

Pada penerbangan GA887 tersebut, Garuda Indonesia juga menghadirkan tema khusus pada aspek layanan inflight service, seperti design head rest di kursi pesawat yang menampilkan gambar kartun panda, lalu juga snack dan dessert dengan bentuk Panda. Selain itu, Garuda Indonesia juga menampilkan livery sticker panda di badan pesawat.

Selain Indonesia, telah ada 15 negara, yaitu Thailand, Singapura, Malaysia, Jepang, Korea Selatan, Australia, Jerman, Austria, Spanyol, Inggris, Belgia, Perancis, Belanda, Amerika Serikat, dan Kanada, yang melaksanakan sinergi konservasi Panda bersama Pemerintah Tiongkok yang diinisiasikan oleh Balai Konservasi Panda di Tiongkok. Adapun kedua panda yang diterbangkan Garuda Indonesia tersebut nantinya akan dirawat di Taman Safari Indonesia.

Direktur Utama Taman Safari Indonesia Jensen Manangsang menyambut baik kerjasama peminjaman pengembangbiakan sepasang Giant Panda tersebut. Pihaknya juga berterimakasih kepada pemerintah Indonesia maupun Tiongkok, yang telah memilih lembaga konservasi TSI sebagai tempat konservasi pertama dan objek wisata nasional untuk menampung Giant Panda tersebut.

“Hal ini merupakan suatu kebanggaan dan prestasi bagi Taman Safari Indonesia. Panda ini merupakan warisan yang harus dijaga dan kembangkan. Kami telah menyiapkan Rumah Panda Indonesia sesuai dengan kebutuhan Giant Panda agar bisa beradaptasi dengan baik dilengkapi dengan dokter dan tenaga pembersih,” tuturnya.

Garuda Indonesia melayani penerbangan yang menghubungkan Denpasar dengan Chengdu yang dikenal sebagai “home of the giant panda” ini sejak Mei 2017 sebanyak tiga kali seminggu (hari Rabu, Jumat dan Sabtu) menggunakan Airbus A330-200 dengan kapasitas seat 36 kursi di Kelas Bisnis dan 186 kursi di Kelas Ekonomi.

Selain Chengdu, Garuda Indonesia juga melayani penerbangan reguler dari Jakarta dan Denpasar menuju ke Beijing, Shanghai, dan Guangzhou. Pengembangan market Tiongkok juga dilakukan maskapai dengan memaksimalkan penerbangan charter dari kota-kota di Tiongkok —yaitu Xi’an, Shenyang, Zhengzhou, dan (mulai 28 Juni nanti) dari Kunming — serta mengoptimalkan kapasitas potensial belly cargo yang mencapai 18.154,5 ton pada tahun 2017.

Tiongkok saat ini merupakan salah satu pasar yang sangat penting bagi Garuda Indonesia dengan potensi turis mencapai 100 juta orang setiap tahunnya. Dengan potensi tersebut, maka Tiongkok menjadi salah satu wilayah yang menjadi fokus pengembangan jaringan Garuda Indonesia yang tentunya memiliki arti dan pencapaian tersendiri bagi peningkatan hubungan bilateral antara Indonesia dan Tiongkok baik itu di lingkup social, ekonomi dan budaya.

Potential market yang dimiliki Tiongkok menjadi salah satu fokus kami dalam mengembangkan network penerbangan Garuda. Terlebih pada tahun 2016, Garuda merupakan maskapai dengan market share terbesar untuk penerbangan Indonesia – Tiongkok, yaitu sebesar 25%.


(Akbar)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus
free web stats