Di Publish Pada Tanggal : Senin, 07 Agustus 2017 22:40 WIB

Pertumbuhan Stagnan, Target Ekonomi Sulit Tercapai

Jakarta, HanTer - Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Abra Talattov, menilai target pertumbuhan ekonomi dalam APBN-P 2017 sebesar 5,2 persen akan sulit tercapai, mengingat pertumbuhan ekonomi pada dua kuartal tahun ini hanya mencapai 5 persen.
 
Hal itu disampaikannya terkait rilis Badan Pusat Statistik (BPS) tentang pertumbuhan ekonomi di triwulan II-2017 yang mencapai 5,01 persen. Pertumbuhan itu disebut BPS relatif stagnan karena sama dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi pada triwulan I-2017.
 
"Dengan melihat kinerja ekonomi Q2, target pertumbuhan 5,2 persen sulit tercapai. Alasannya, pertumbuhan konsumsi rumah tangga semakin sulit untuk tumbuh melesat," ujar Abra saat dhubungi Antara di Jakarta, Senin (7/8/2017). 
 
Pada triwulan II-2017, konsumsi rumah tangga hanya tumbuh 4,95 persen (yoy) atau hanya lebih tinggi 0,01 persen dibandingkan triwulan sebelumnya. Padahal, lanjutnya, pada tahun-tahun sebelumnya pertumbuhan konsumsi pada triwulan II umumnya jauh lebih tinggi dibandingkan triwulan I.
 
"Konsumsi rumah tangga yang selama ini menjadi penggerak utama perekonomian semakin terseok-seok, mencerminkan daya beli masyarakat yang melemah," kata Abra.
 
Abra menambahkan, indikator melemahnya daya beli masyarakat tersebut dapat dilihat dari melambatnya pertumbuhan sektor perdagangan dari 4,96 persen pada triwulan I-2017 menjadi hanya 3,78 persen pada triwulan II-2017. 
 
Begitu pula dengan pertumbuhan sektor industri pengolahan yang pertumbuhannya melambat dari 4,24 persen pada triwulan I-2017 menjadi 3,54 persen pada triwulan II-2017. "Padahal momen bulan puasa dan Lebaran secara alamiah terjadi peningkatan penjualan," ujar Abra.
 


(Ant)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus
free web stats