Di Publish Pada Tanggal : Kamis, 27 Juli 2017 22:25 WIB

Kuota Impor Garam Masih Dikaji

Jakarta, HanTer – Pemerintah memutuskan untuk melakukan impor garam konsumsi rumah tangga guna menekan kenaikan harga garam di tingkat masyarakat. Importasi akan dilakukan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), PT Garam.

Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti mengatakan, kegiatan impor tersebut akan dilakukan selama produksi garam nasional belum pulih akibat terhambatnya panen petani yang terkendala cuaca. "Selama belum ada panen (garam), kami minta PT Garam untuk impor,” kata Susi di Jakarta, Kamis (27/7/2017).

Saat ini, lanjut Susi, kuota impor garam masih dilakukan kajian dengan pihak-pihak terkait. Namun, ia memastikan jumlah impor garam konsumsi tidak akan melebih kebutuhan dan hanya dilakukan pada saat produksi petani bermasalah. “Kalau musimnya baik, impornya sedikit. Kalau musim tidak baik ya impornya banyak,” jelas dia.

Terpisah, Menteri Perdagangan (Mendag), Enggartiasto Lukita mengaku masih menunggu izin dari Menteri Susi untuk mengeluarkan rekomendasi impor garam konsumsi. Kemendag, kata dia, hanya memiliki kewenangan terkait garam industri.

“Untuk industri sudah saya keluarkan izin. Tinggal menunggu secara permanen peraturan Menteri KKP (Menteri Susi) yang akan melepaskan izin kepada kita (Kemendag),” kata Enggar di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

Enggar mengakui kelangkaan garam terjadi akibat pasokan berkurang karena terjadi gagal panen. Saat ini, pemerintah tengah menghitung berapa jumlah garam yang bisa diimpor PT Garam. Dia mengatakan kementerian akan mengubah aturan dan segera meminta PT Garam segera melakukan impor.

Seperti diketahui, mahalnya harga harga garam di Tanah Air sudah hampir merata. Kenaikan rata-rata berkisar 200 hingga 300 persen dari harga normal. Minarsih (39) pemilik warung tegal (warteg) di Tanjung Barat, Jakarta Selatan, mengaku harus merogoh kocek lebih dalam untuk berbelanja kebutuhan dagangannya. “Sekarang garam satu bal jadi Rp80.000, biasanya cuma Rp20.000,” ungkapnya.

Minarsih berharap kenaikan harga garam cepat diatasi oleh pemerintah. Apalagi, fenomena ini sudah berlangsung pasca Lebaran lalu. “Buat kami walaupun garam tidak seberapa pengaruh ke dagangan, tapi sepeser (rupiah) pun berasa. Harapannya bisa kembali ke harga semula lah,” katanya.

 

 

 

 

 


(Arbi)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus
free web stats