Di Publish Pada Tanggal : Jumat, 14 Juli 2017 21:59 WIB

Rizal Ramli: SMI Genjot Pajak Untuk Uber Setoran Utang

Jakarta, HanTer – Kebijakan pemerintah untuk mengatasi kelesuan ekonomi dan daya beli masyarakat menuai kritikan. Sebabnya, jika negara lain melonggarkan pajak ketika ekonomi melambat, Indonesia justru sebaliknya.

Kritikan tersebut disampaikan Ekonom senior, Rizal Ramli.  "Di negara lain, ketika ekonomi melambat, pajak dilonggarkan. Kalau membaik baru digenjot," tulis mantan Menko Perekonomian di era pemerintahan Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini, di halaman Facebooknya, dikutip Jumat (14/7/2017).

Ia menganggap langkah Sri Mulyani menggenjot pajak hanya bertujuan mencapai target setoran utang. "SMI (Sri Mulyani Indrawati) genjot pajak, hanya sekedar uber setoran utang," katanya.  

Selain itu, lanjut dia, kebijakan Menteri Keuangan Sri Mulyani yang memotong anggaran di sana-sini, serta menaikkan tarif dan menguber pajak malah berdampak negatif pada daya beli masyarakat. "Potong-potong anggaran, naikkan tarif dan uber pajak membuat ekonomi melambat, daya beli menengah bawah merosot sehingga penjualan retail merosot," katanya

Sebagai informasi, Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, menargetkan tambahan penerimaan pajak sebesar Rp 20 triliun. Hal ini ia kemukakan setelah dua hari lalu mengungkapkan betapa rendah pendapatan negara dari sektor pajak.

Dengan tambahan Rp 20 triliun, ia berharap dapat mengurangi kekurangan (shortfall) penerimaan perpajakan yang ditaksir mencapai Rp 50 triliun di Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBN-P) 2017.

Tambahan setoran pajak sebesar Rp 20 triliun, kata Sri Mulyani, dapat diusahakan dengan penyisiran Wajib Pajak (WP) per kantor wilayah (kanwil). Selain itu, pemerintah juga terus melakukan berbagai upaya penarikan pajak lebih besar, antara lain dengan program tax amnesty dan kerja sama terkait keterbukaan perpajakan internasional. 


(Akbar)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus
free web stats