Di Publish Pada Tanggal : Rabu, 07 Juni 2017 22:31 WIB

Kemenhub Genjot Persiapan Mudik Lebaran

Jakarta, HanTer -  Jelang perayaan Idul Fitri 2017, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terus menggenjot persiapan arus mudik lebaran agar berjalan aman dan lancar. Salah satunya dengan meninjau Simpang Cikopo, Simpang Jomin dan Jembatan Timbang Balonggandu Karawang, Rabu (7/6/2017).

Peninjauan itu dilakukan oleh Direktur Jenderal Perhubungan Darat Pudji Hartanto. Pudji mengaku penasaran dengan progress persiapan di lapangan untuk antisipasi arus mudik lebaran 2017 ini.

"Saya bersama Kapolri memantau dari Pemalang, Brexit dan Cikopo. Ada beberapa hal yang menjadi catatan, pertama kesiapan petugas di lapangan, kedua pengendalian arus lalu lintas jabar dan jateng terkait rekayasa lalu lintasnya, pemecahan permasalahan di Brexit, prioritas pengaturan arus lalu lintas dari Simpang Jomin ke arah pantura lalu menuju daerah Brebes," kata Pudji.

Pudji mengatakan bahwa Kapolri memberi catatan antara lain perbanyak tempat rest area, kemudian membuat posko yang sifatnya lebih komprehensif yang terdiri dari unsur kemanan yang melibatkan TNI, serta dari Kementerian Kesehatan dan Pertamina serta Montir dari APM.

Ia menuturkan, Kemenhub seperti tahun-tahun lalu berusaha untuk mengurangi pemudik sepeda motor yang meningkat secara konstan sebanyak 8% tiap tahun. Karena itu, ia mengimbau para pemudik untuk terus mengikuti program mudik gratis, terutama dengan kapal roro dengan tujuan Semarang dan Surabaya.

"Kami menganjurkan untuk mengikuti program mudik gratis yang disediakan oleh pemerintah, BUMN dan swasta. Tujuannya agar kesemrawutan sepeda motor berkurang, tingkat kecelakaan lalu lintas menurun karena perlu di ingat bahwa sepeda motor itu tidak di desain untuk jarak jauh," ucap Pudji

Terkait keselamatan dan keamanan Pudji mengatakan bahwa untuk AKAP dan AKDP telah di lakukan rampcheck oleh masing-masing petugas di Terminal termasuk oleh Dinas-Dinas Perhubungan. "Prosentasenya memang belum terlalu bagus, baru 70%. Nantinya akan ditempelkan sticker untuk armada yang laik jalan."

Pada kesempatan tersebut, ia menyampaikan bahwa seluruh Jembatan Timbang pada H-7 tidak beroperasi dan dialihfungsikan untuk rest area bagi para pemudik terutama kendaraan roda dua. "Mushola, Toilet dan warung makan akan disiapkan di JT supaya pemudik yang nantinya akan memanfaatkan rest area di JT mendapatkan rasa nyaman," ucap Pudji.

Terkait pengaturan operasional kendaraan angkutan barang, telah dikeluarkan peraturan Dirjen dimana untuk kendaraan galian dan tambang tidak boleh beroperasi sejak H-7 hingga H+7 dan sedangkan untuk kendaraan barang dengan sumbu lebih dari 2 (dua) pengaturan dimulai sejak H-4 hingga H+3 kecuali kendaraan pengangkut sembako. "Tujuannya adalah untuk mendukung kelancaran arus lalu lintas pada periode angkutan lebaran," pungkas Pudji. 


(Akbar)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus
free web stats