Di Publish Pada Tanggal : Kamis, 18 Mei 2017 15:02 WIB

Menpar Targetkan Pembangunan 20 Ribu Homestay Desa Wisata

Jakarta, HanTer - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menargetkan sebanyak pembangunan 20.000 homestay desa wisata pada 2017. Keberadaan desa wisata, diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan ke Indonesia.

Menteri Pariwisata (Menpar), Arief Yahya, mengatakan homestay tidak hanya sebagai amenitas aau akomodasi rumah tinggal, tetapi juga sebagai atraksi wisata. Homestay juga memiliki daya tarik budaya yang sekaligus memungkinkan interaksi turis dengan penduduk setempat.

"Sementara sebagai amenitas, homestay dapat dijadikan tempat tinggal yang sehat, bersih, dan aman, bagi masyarakat sekaligus wisatawan, dengan pengelolaan berstandar internasional," kata Menpar dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pariwisata II-2017 di Jakarta, Kamis (18/5/2017).

Sebagai informasi, desa wisata pertama kali digagas oleh Presiden Joko Widodo pada helatan Sail Selat Karimata di Kalimantan Barat beberapa waktu lalu.  Desa wisata digagas sejalan dengan karakter dan potensi desa di Indonesia, sebanyak 74.954 tersebar di seluruh Nusantara, dengan 1.902 di antaranya sudah memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi Desa Wisata.

Selain keunikan alamnya, Desa Wisata sangat kental dengan daya tarik budaya dan momen hidup bersama penduduk lokal dan mengenal kehidupan mereka. "Selain itu, homestay menjadi gerbang peluang bisnis jasa yang baru. Peluang tersebut diikuti dengan bisnis lain seperti penyewaan kendaraan, jasa kuliner, jasa parkir, jasa pemandu wisata, jasa binatu, dan cendera mata khas. Semua peluang tersebut membutuhkan SDM, sehingga homestay dinilai sebagai bisnis yang mampu membuka lowongan kerja dengan sendirinya," kata Menpar.

Untuk mencapai pembangunan, Kemenpar sebagai fasilitator, membagi menjadi empat mekanisme, yakni konversi, renovasi, revitalisasi dan bangun baru homestay, dengan target 20.000 homestay pada 2017. Pelaksanaannya pun melibatkan peran pihak-pihak terkait, termasuk di dalamnya beberapa kementerian dan lembaga.

"Saya sudah kontak Pak Eko Putro Sandjojo, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi. Kami akan segera menentukan langkah percepatan untuk destinasi mana saja yang paling siap untuk diformat menjadi Desa Wisata," ungkapnya. Ia menganggap peran dan dukungan konektivitas pariwisata dari seluruh kementerian/lembaga sebagai inkorporasi Indonesia merupakan hal yang sangat penting.

Rakonas itu sendiri membahas antara lain legalitas lahan, pengembangan homestay desa wisata, skema pendanaan homestay desa wisata, dan skema pengelolaan homestay desa wisata. "Strategi pengembangan pariwisata yang merupakan bagian dari Nawacita dalam rangka inkorporasi Indonesia melibatkan aturan ABCGM, yakni akademisi, bisnis, 'community', 'government', dan media," paparnya. 
 


(Arbi)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus
free web stats