Di Publish Pada Tanggal : Senin, 15 Mei 2017 15:45 WIB

Ipemi Tawarkan Solusi Ketimpangan Ekonomi

Jakarta, HanTer - Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (Ipemi), kemarin meluncurkan gerakan nasional muslimah membangun. Upaya ini dilakulan untuk memangkas ketimpangan ekonomi di dalam negeri.
 
Ketua Umum Ipemi Inggrid Kansil mengatakan, program muslimah membangun diluncurkan untuk mengatasi ketimpangan sosial. Diharapkan, perempuan muslim bisa berperan dalam pemerataan ekonomi bangsa.
 
Inggrid mengungkapkan, perempuan masih dieksploitasi hampir di setiap daerah. Banyak wanita yang bekerja di pabrik, namun gajinya tidak sesuai upah minimum provinsi (UMP). Atau bahkan menjadi tulang punggung keluarga, lantaran suaminya tidak bekerja.
 
"Jadi banyak ketimpangan, KDRT (kekerasan dam rumah tangga). Kita coba memberi solusi untuk berwieausaha. Program kita warung dan salon muslimah yang kita kerjasamakan dengan skateholders sembako dengan modal paviliun saja, di rumah," ujarnya di Jakarta, kemarin.
 
Inggrid mengatakan, muslimah membangun memiliki peran penting dan strategis. Sebab program ini membangun kembali komitmen muslimah Indonesia, bukan hanya di bidang akhlak, politik, dan sosial, melainkan berperan nyata membangun perekonomian nasional.
 
Meskipun gerakan tersebut baru saja diluncurkan, Inggrid mengaku Ipemi telah jauh hari melaksanakan program-program nyata terkait gerakan tersebut. Di antaranya, pendirian warung muslimah dalam rangka pemberdayaan ekonomi masyarakat menengah ke bawah, pendirian salon muslimah, penerbitan majalah ibadah, serta pelatihan bisnis dan manajemen.
 
"Dan kami berharap dalam rakernas kali ini akan membahas program kerja yang pada intinya apabila seluruh program kerja IPEMI dapat dilaksanakan dengan baik, maka dapat dipastikan akan meningkatkan perkembangan usaha, dan pertumbuhan ekonomi nasional kita. Apabila sudah meningkat, maka dapat dipastikan program pemerintah dalam meningkatkan lapangan pekerjaan dan tentunya ini bukti kontribusi IPEMI tehradap rakyat dan bangsa Indonesia," terang Inggrid.
 
Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri mengatakan, muslimah membangun bertujuan meningkatkan semangat dan komitmen untuk terus berperan dan berkontribusi dalam pembangunan nasional. 
 
Hanif juga mengapresiasi peran dan kontribusi Ipemi dalam mendorong ekonomi umat muslimah di Indonesia terus berkembang. Di sisi lain, Ipemi juga meningkatkan gairah beragama di kalangan umat muslimah.
 
"Saya apresiasi peran dan kontribusi IPEMI yang bekerja di dua level itu. Satu sisi mendorong agar ekonomi umat berkembang, tapi gairah beragama terus bertumbuh di kalangan umat Islam," katanya.
 
Hanif menyebut jumlah wirausaha dari kalangan perempuan di Indonesia meningkat 1,2 juta orang dalam dua tahun terakhir. Pada 2015, terdapat sebanyak 12,7 juta pengusaha perempuan. Jumlahnya meningkat menjadi 14,3 juta orang pada awal tahun ini.
 
Hanif berharap, peningkatan jumlah tersebut juga diikuti dengan meningkatnya daya saing. Menurutnya, daya saing dapat diukur dari kualitas produk yang dihasilkan, harga yang kompetitif serta kecepatan pengiriman.
 
"Daya saing ini tidak bisa dielakkan. Suka atau tidak suka pengusaha-pengusaha perempuan harus terus memperkuat daya saing," ujarnya.
 
Agar pengusaha-pengusaha perempuan dapat bersaing, lanjut Hanif, maka inovasi mutlak diperlukan. Dari sektor UMKM, politisi PKB ini memandang, tantangan yang dihadapi pelaku usaha adalah bagaimana memformalkan ekonomi lewat jalur UMKM. 
 
Sebab, banyak masyarakat Indonesia yang tercatat bekerja di sektor informal. Di tengah situasi yang semakin kompetitif dan pasar yang semakin terintegrasi, ia memandang perlu adanya transformasi ekonomi dari informal menjadi formal.
 


(Anugrah)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus
free web stats