Di Publish Pada Tanggal : Senin, 08 Mei 2017 23:40 WIB

Harga Tertinggi Bawang Putih Ditetapkan Rp38 Ribu perKg

Jakarta, HanTer – Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita meminta importir dan pelaku usaha bawang putih untuk segera melepas stok ke pasar-pasar rakyat, guna meredam kenaikan harga bawang putih yang kini menyentuh hingga Rp60.000 per Kilogram (Kg).

Hal itu disampaikan Mendag usai bertemu dengan importir bawang putih di Jakarta, Senin (8/5/2017). Mendag juga menetapkan harga eceran tertinggi bawang putih di tingkat konsumen sebesar Rp38.000 per Kg.

“Mereka telah memberikan komitmen atas stok yang ada, untuk segera dijual dengan harga dasar mereka yang telah disepakati tidak boleh lebih dari Rp38.000 per kilogram di tingkat konsumen," kata Mendag.

Selain itu, Mendag juga meminta para importir untuk mendaftarkan diri serta mencatatkan alamat gudang hingga stok yang tersedia. Dengan begitu, jika terjadi kenaikan harga tak wajar bisa ditelusuri siapa importir yang bertanggung jawab.

Perketat Impor

Ke depan, lanjut, izin impor bawang putih juga akan diperketat guna mengatur tata niaga importasi yang selama ini dilakukan secara bebas dan tidak terdata dengan baik. "Sampai dengan saat ini kegiatan impor bawang putih itu tidak diatur. Maka kami akan mengatur tata niaga dalam waktu satu dua hari ini," katanya.

Beberapa hal yang nantinya akan masuk dalam tata niaga importasi komoditas bawang putih tersebut antara lain adalah pengimpor harus mengantongi rekomendasi dari Kementerian Pertanian sebelum mengajukan izin impor di Kementerian Perdagangan.

Enggartiasto mengatakan bahwa dalam tata niaga importasi bawang putih tersebut tidak akan menerapkan skema kuota per tahun, dikarenakan bisa membuka peluang adanya praktek jual beli kuota yang pada akhirnya bisa menyebabkan tingginya harga di pasar konsumen.

Pemerintah memperkirakan total importasi bawang putih per tahun kurang lebih sebanyak 480-500 ribu ton. Pasokan tersebut didatangkan dari Republik Rakyat Tiongkok, India, Amerika Serikat, Swiss dan Malaysia. Sebanyak 99,25 persen pasokan Indonesia berasal dari Tiongkok.

Dirjen Perdagangan Luar Negeri Oke Nurwan mengatakan pihaknya akan mengeluarkan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) dalam satu hingga dua hari ke depan untuk menstabilkan harga bawang putih. Nantinya dalam Permendag terebut para importir bawang putih diharuskan memberikan data-data terkait barang impor mereka, mulai dari pendaftaran gudang, stok, hingga distribusi.

"Siapa pelaku impornya, apa kewajibannya, nanti diatur di Permendag itu. Sehingga kami tahu, gudangnya harus didaftarkan, kalau tidak, nanti dianggap penimbunan, stok dilaporkan, distribusi dilaporkan. Selama ini kan tidak, bebas tidak ada aturan. Kami jadi tidak tahu siapa pemainnya (importir), besarannya berapa, kami tidak tahu," jelas Oke.

Oke melanjutkan pihaknya akan bersinergi dengan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) yang mewajibkan para importir membuka lahan untuk ditanami bawang putih sebesar 5 persen dari kapasitas impor tahunan mereka. "Misalnya kapasitas mereka 100 ribu ton, maka 5 persennya, berarti 5 ribu ton yang harus ditanam," pungkasnya. 

 


(Abe/Ant)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus
free web stats