Di Publish Pada Tanggal : Jumat, 28 April 2017 00:19 WIB

Mei, Ditargetkan Pencairan Dana Desa Tahap I Rampung

Jakarta, HanTer - Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) mengungkapkan baru 140 kabupaten yang menerima dana desa tahap pertama tahun 2017, dari 434 kabupaten yang berhak.

“Mudah-mudahan Mei ini kita akselerasi. Targetnya Mei cair semua,” kata Sekjen Kemendes PDTT, Anwar Sanusi kepada wartawan di Jakarta, Kamis (27/4/2017).

Berdasarkan Peraturan Menteri Nomor 50/PMK.07/2017 tentang Pengelolaan Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD), pencairan dana desa tahap I 2017 dilakukan mulai April 2017. Terkait ini, Sanusi mengakui jika ada sejumlah kendala sehingga belum semua desa menerima dana desa.

Salah satu kendalanya, ungkap dia, terkait masalah administratif. Di mana, belum semua kabupaten atau desa memberikan laporan penggunaan dana desa periode 2016 lalu. Karena itu, pihaknya terus melakukan pendampingan untuk mempercepat pembuatan laporan.

“Ini jadi persoalan sehingga pencairan telat. Ke depan, kita buat laporan yang lebih simple. Artinya, mungkin dibuat laporan berbasis IT, misalnya, dalam bentuk file dan itu bisa kita yakini sudah merupakan bentuk laporan (penggunaan dana desa),” ujarnya.  

Sebagai informasi, anggaran dana desa 2017 mencapai Rp60 triliun, naik dari 2016 sebesar Rp46,96 triliun dan 2015 sebesar Rp20,8 triliun.

Urai Masalah

Sementara itu, dalam pertemuan dengan 13 Bupati di Jakarta, Kamis (27/4/2017), Menteri Desa PDTT, Eko Putro Sandjojo berjanji untuk mengurai masalah klasik yang dialami oleh setiap desa dalam mengembangkan potensi produk unggulan desa.

“Masalah klasik itu (contohnya) di pasar, maka akan kita datangkan dunia usaha untuk bantu menyerap. Kalau bisa (datangkan) investor, kalangan perbankan dan dunia usaha,” katanya.

Terkait pertemuan dengan para bupati tersebut, jelas Eko dilakukan untuk mengonsolidasikan dan mempercepat implementasi empat program prioritas yang sudah ditetapkan oleh Kemendes PDTT, yakni penentuan produk unggulan desa/ produk unggulan kawasan perdesaan (Prudes/ Prukades), mengembangkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), membangun embung air desa, dan membangun sarana olahraga desa (Raga Desa).

"Harapannya kami bisa terus memonitor percepatan pengentasan desa tertinggal untuk naik menjadi desa maju dan mandiri. Misalnya di Kabupaten Pandeglang, dari 150 desa tertinggal kini tinggal 75 lagi desa yg masih tertinggal," ungkapnya.

 


(Arbi)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus
free web stats