Di Publish Pada Tanggal : Jumat, 21 April 2017 20:09 WIB

Investasi Terhambat Setumpuk Regulasi

Jakarta, HanTer - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyebut setumpuk regulasi di Indonesia membuat sektor investasi terhambat. Regulasi tersebut berkaitan dengan perizinan usaha baik ditingkat pusat maupun daerah.

“Seperti Pak Presiden bilang, kita terlalu banyak aturan dan regulasi perizinan, terlalu banyak barrier dalam perdagangan,” kata epala BKPM Thomas Lembong di Jakarta, Jumat (21/4/2017).

Oleh karena itu, untuk meningkatkan investasi di Indonesia, pemerintah perlu melakukan penyederhanaan regulasi dan terbuka namun tetap kompetitif. “Kita harus turunkan barrier bukan hanya untuk perusahaan AS tetapi juga untuk semua,” imbuh Lembong.

Menurut dia, selain menghambat investasi negara asing di Indonesia, banyaknya batasan atau barrier juga berdampak buruk bagi industri lokal. Pasalnya, hal tersebut akan menyulitkan industri lokal dalam melakukan impor untuk produksi.

Menko Perekonomian, Darmin Nasution sebelumnya  menyindir sejumlah kementerian dan lembaga negara yang menghambat kemudahan investasi dan ketidakpastian usaha di dalam negeri. Hal itu terkait dengan adanya 23 regulasi mengenai larangan terbatas (Lartas) impor dan ekspor yang terbit dalam masa penerapan paket kebijakan ekonomi.

Darmin menegaskan, pemerintah bakal menghapus regulasi niaga yang masih menghambat dan menimbulkan ketidakpastian usaha serta menganggu kegiatan ekonomi masyarakat yang berdampak pada industri, investasi, ekspor dan inflasi tersebut.

“Pada tahun pertama deregulasi, peraturan tata niaga itu menurun. Namun tahun 2016 naik lagi, bahkan lebih tinggi dari sebelum pelaksanaan deregulasi," paparnya. 


(Arbi)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus
free web stats