Di Publish Pada Tanggal : Kamis, 20 April 2017 22:53 WIB

Pedagang Pasar Minta Pemerintah Potong Rantai Distribusi

Jakarta, HanTer - Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) meminta Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk memotong rantai distribusi bahan kebutuhan pokok, dalam upaya melaksanakan rencana pemerintah untuk penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) di pasar-pasar rakyat.

Ketua Umum IKAPPI Abdullah Mansuri mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan pembicaraan dengan Kemendag untuk segera memangkas rantai distribusi, khususnya untuk komoditas gula, minyak goreng dan daging sapi.

"Jika ingin harga murah di pasar, Kemendag harus langsung memasok tiga komoditas tersebut dari pabrik langsung ke pasar rakyat. Jika penerapan HET di pasar modern, tidak akan bisa berpengaruh," kata Abdullah, di Jakarta, dilansir Antara, Kamis (20/4/2017).

Kemendag, beberapa waktu lalu telah memfasilitasi penandatanganan nota kesepahaman antara Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) dengan beberapa distributor bahan kebutuhan pokok penting.

Dalam kerja sama tersebut, disepakati bahwa harga eceran tertinggi untuk gula pasir Rp12.500 per kilogram, minyak goreng kemasan sederhana Rp11.000 per liter dan daging beku dengan harga maksimal Rp80.000 per kilogram.

"Rencananya HET itu akan sampai ke pasar rakyat, kami sedang berdiskusi soal pola percepatan pemotongan rantai distribusi ke pasar-pasar rakyat," ujar Abdullah.

Berdasarkan data dari Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kemendag, pada Kamis (20/4), harga rata-rata nasional untuk gula pasir tercatat sebesar Rp13.600 per kilogram, minyak goreng curah Rp11.400 per liter dan daging sapi yang masih berada pada kisaran Rp114.300 per kilogram. 


(Abe/Ant)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus
free web stats