Di Publish Pada Tanggal : Sabtu, 01 April 2017 11:04 WIB

BPJS Ketenagakerjaan Integrasikan Data ke Kartu Sakti Kartin1

Jakarta, HanTer - Pemerintah secara resmi meluncurkan Kartu Indonesia 1 (Kartin1) pada Jumat (31/3/2017) malam, di Jakarta. Peresmian langsung dipimpin Menteri Keuangan (Meneku) Sri Mulyani Indrawati.

Direktur Utama BPJS Ketengakerjaan, Susanto yang hadir dalam peluncuran Kartini1 menyatakan dukungannya dalam implementasi platform Kartin1, untuk kesuksesan integrasi data melalui e-government. Komitmen itu ditujuan dengan melakukan integrasi data peserta BPJS Ketenagakerjaan dengan DJP dalam Kartin1.

“Kami sedang siapkan regulasi dan sistem yang dibutuhkan untuk peluncuran kartu BPJS Ketenagakerjaan yang terintegrasi dengan Kartin1 seperti prototype yang ditunjukkan malam ini," kata Dirut BPJS Ketenagakerjaan, Agus Susanto di sela peluncuran Kartin1 tersebut.

Agus menjelaskan, bahwa Kartin1 ini dapat memberikan banyak kemudahan bagi peserta. "Dengan Kartin1, nantinya peserta BPJS Ketenagakerjaan tidak perlu membawa banyak kartu. Kartu ini juga akan dapat digunakan untuk pembelian dan pembayaran kebutuhan sehari-hari," ujarnya.

Disamping itu, lanjut Agus, implementasi Kartin1 ini juga semakin memperkuat kerja sama pemanfaatan dan pertukaran data antara BPJS Ketenagakerjaan dengan DJP yang sudah dimulai sejak tahun 2014.
"Dengan integrasi data yang baik, BPJS Ketenagakerjaan nantinya akan mendapatkan data yang valid yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan perluasan kepesertaan dan peningkatan pelayanan kepada peserta," ujarnya.

Sementara itu, dalam peluncuran Kartin1, Menkeu Sri Mulyani berharap platform Kartin1 dapat menjadi salah satu media integrasi data menuju single identity number (SIN) untuk kelancaran berbagai program pemerintah, seperti pemberian bantuan sosial, insentif pajak, dan pembentukan cashless society.

"Hari ini kita luncurkan Kartin1 upaya DJP untuk buat kartu multifungsi tujuan menyatukan identitas dari seseorang WP yang dikombinasikan identitas pribadi dan afiliasi dengan program lain. Kita bisa dapat informasi yang sifat konsisten antar lembaga, institusi pemerintah saling membantu memudahkan para mereka yang belum patuh pada pajak dan jasa yang lain," kata Ani, sapaan akrab Sri Mulyani. 

Kartu Indonesia 1 (Kartin1), merupakan sebuah platform yang dikembangkan oleh DJP dalam memfasilitasi gagasan single card atau kartu tunggal dengan berbagai informasi dan fungsi bagi seluruh rakyat Indonesia berdasarkan Nomor Induk Kependudukan (NIK).

Dalam Kartin1, nantinya dapat diintegrasikan informasi seperti data identitas NIK, data perpajakan, data jaminan sosial, imigrasi, dan identitas lainnya, bahkan dengan izin otoritas yang berwenang dapat digunakan sebagai alat transaksi keuangan elektronik. 

 


(Arbi)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus
free web stats