Di Publish Pada Tanggal : Rabu, 22 Maret 2017 15:46 WIB

Perlindungan Usaha Bagi Pelaku Usaha Mikro, Menengah dan Koperasi

Makassar, Hanter -  Kementerian Koperasi dan UKM bahwa tak henti-hentinya melakukan fasilitasi Sosialisasi berupa bimbingan teknis, pendampingan dan lain-lain kepada para pelaku UMKM dan Koperasi. 
 
Baru-baru ini pada tanggal 14-15 Maret 2017 bertempat di Hotel Remcy, Makassar telah dilakukan kegiatan memberikan pemahaman Paket-paket Kebijakan Ekonomi I s/d XII dan Daftar Negatif Investasi (DNI), Kemitraan dengan Lotte Mart Makassar, Temu Bisnis antara KUMKM dengan BKPMD dan Indonesia Eximbank Makassar, dan Nilai pasok dari hulu ke hilir dengan peserta sebanyak 200 orang (Koperasi dan UKM).
 
Asisten Deputi Pengembangan Investasi Usaha Sri Istiati yang mewakili Deputi Bidang Restrukturisasi Usaha menyampaikan dalam kesempatan bahwa paket-paket Kebijakan Ekonomi dan Daftar Negatif Investasi sangat penting diketahui serta dipahami oleh para Pelaku UMKM dan Koperasi, karena didalamnya sarat dengan peraturan-peraturan yang mengatur persyaratan investor apabila akan melakukan usaha/investasinya di Indonesia yang salah satunya syarat harus bermitra dengan KUKM tandasnya. 
 
Selain itu juga mengatur bahwa KUKM dapat melakukan pengadaan barang dan jasa Pemerintah/Swasta dalam nilai tertentu. Inilah yang belum banyak diketahui dan difahami oleh para aparatur dan Pelaku KUKM lanjutnya.
 
Dalam kesempatan temu bisnis antara KUMKM disampaikan oleh kadis penanaman modal dan pelayanan terpadu AM. Yamin SE, MS mantan Kadis Koperasi dan UKM Provinsi Sulawesi Selatan mengatakan bahwa besarnya peluang dan potensi usaha di bidang tambang dan perkebunan yang belum digarap oleh KUMKM. Potensi ekspor juga masih cukup luas terutama daerah Eropa Timur, Amerika Selatan, Asia selain Asean, China dan Jepang.
 
Masalah angkutan antar pulau yang selama ini dikeluhkan KUMKM di Sulawesi Selatan dimana beban tranportasi terlalu memberatkan sudah ada solusinya dengan Kapal Putih yang memberikan alokasi bagi produk-produk KUMKM pengawasan yang dilakukan KPPU akan segera melakukan investigasi jika terjadi pelanggaran kontrak. 
 
Guna memfasilitasi KUKM berbisnis, pemerintah Sulawesi Selatan telah merancanakan menyiapkan “Sentra bisnis terpadu” di Takalar dengan segala fasilitas berupa wisma, Masjid sekelas tajmahal, taman dengan 1000 patung pahlawan Indonesia, publik area sebagai sosialisasi bisnis KUKM, dan menara sekelas oriental Pearl Tower di Sanghai.
 
Sedangkan Nurhadi (Deputi operasional Makassar) menambahkan bahwa Indonesia Eximbank menyampaikan sangat mendukung KUKM sesuai dengan visi misinya maka dalam membantu penguatan daya saing KUKM diperekonomian global, Exim Bank berperan dalam membantu layanan pembiayaan ekspor nasional dan jasa konsultasi salah satunya adalah KSU Mandiri Jaya yang telah melakukan kerjasama dengan pengusaha di Singapura oleh satu pendampigan dalam bentuk pinjaman, asuransi dan penjaminan.
 
Sedangkan General Manager Lotte Mart Kota Makassar Lilik Toni dalam sosialisasi tersebut menyampaikan usaha KUMKM sesuai dengan Paraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2013 pasal 10. Pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM sudah melakukan berbagai kebijakan MoU antar Usaha Kecil, Menengah dan Besar. 
 
Pada kesempatan Sosialisasi tersebut pihak Lotte Mart sudah menindaklanjuti MoU tersebut dengan memasukkan beberapa jenis produk UKM yang sudah dijual di Gerai Lotte Mart seperti Ikan Presto, Kerajinan Rotan,Souvenir dan lain-lain. Sistem yang dipergunakan adalah melalui konsinyasi sesuai dengan perjanjian kedua belah pihak. Selain daripada itu pihak Lotte Mart juga sedang melakukan penjajagan kerjasama dengan Koperasi khususnya untuk mensupplay produk-produk unggulan daerah.
 
Dalam praktek – praktek kemitraan antara perusahaan besar dan KUKM, KPD – KPPU Kota Makassar Ir. Edwin Rayuan sangat tingggi keberpihakannya dengan terus menerus melakukan pengawasan guna perlindungan terhadap KUKM yang bermitra, mulai dari perjanjian kerjasama (PKS) atau MoU sampai dengan implementasi dilapangan, sesuaikan dengan yang telah disepakati dalam PKS. KPD-KPPU Provinsi Sulawesi Selatan juga sedang menginventaris Koperasi/UKM yang potensial bermitra dengan beberapa pengusaha yang telah menghubungi KPD – KPPPU Provinsi Sulawasi Selatan.
 
Para peserta yang sebagian membawa produknya langsung dapat saling bertransaksi antar sesama pelaku, khususnya dengan Lotte Mart dapat langsung diberikan kiat mengenai packaging/kualitas produk, kontinuitas produksi dan supplynya yang disambut antusias oleh peserta.


(Hermansyah)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus
free web stats