Di Publish Pada Tanggal : Rabu, 15 Maret 2017 23:49 WIB

Tanpa Regulasi, Perlindungan Konsumen E-Commerce Masih Lemah

Tanpa Aturan, Konsumen E-Commerce Kerap Dirugikan

Jakarta, HanTer - Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi mengatakan fenomena transaksi digital di berbagai sektor seperti perbankan, komunikasi jual beli dan transportasi, belum sepenuhnya menguntungkan konsumen.

"Regulasi sektoral yang melindungi konsumen masih lemah. Di sektor perdagangan misalnya, peraturan tentang e-commerce sampai sekarang belum disahkan," kata Tulus di Jakarta, Rabu (15/3/2017).

Selain itu, pelaku bisnis e-commerce, termasuk penyedia aplikasi belum sepenuhnya beriktikad baik dalam bertransaksi. Tulus mencontohkan mereka tidak mau bertanggungjawab terhadap kerugian yang dialami konsumen, termasuk tidak menyediakan akses pengaduan dan mekanisme penanganan sengketa.

Tulus juga menilai tidak ada perlindungan terhadap data pribadi konsumen karena hampir semua operator menyatakan akan menggunakan data pribadi konsumen untuk keperluan lain dengan mitra dagangnya.

"Para provider banyak menyisipkan perjanjian baku yang sangat sulit dipahami konsumen dan cenderung merugikan konsumen. Provider aplikasi transportasi misalnya, perjanjian bakunya mencapai 70 halaman," tuturnya.

Hal itu diperparah dengan aspek literasi dan keberdayaan konsumen di Indonesia yang masih rendah. Konsumen Indonesia belum berani melakukan pengaduan terhadap kerugian yang mereka alami.


"Tidak dipungkiri digitalisasi memberi manfaat bagi konsumen dan menggenjot pertumbuhan ekonomi mikro. Namun, dengan regulasi dan kebijakan yang masih lemah serta iktikad baik pelaku bisnis yang belum optimal, justru menjadi ancaman serius bagi konsumen," katanya.

 


(Arbi/Ant)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus
free web stats