Di Publish Pada Tanggal : Selasa, 07 Maret 2017 06:06 WIB

Co Op Mart Solusi Terbaik Petani Semakin Sejahtera

Tangerang, HanTer - Deputi Bidang Restrukturisasi Usaha  Kementrian Koperasi Dan UKM Yuana Sutyowati  yang mewakili menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga berharap dengan di resmikannya Co Op Mart para  pelaku Koperasi dan UKM bisa maju dan berkembang sehingga kesejahteraan bagi masyarakat bisa diwujudkan.
 
”Kelahiran Co Op Mart yang di bidani oleh Koperasi Nasional (Kopnas) adalah contoh yang baik bagi kita, semoga kedepan akan ada yang menyusul koperasi-koperasi sejenis yang memperhatikan pelaku UKM  sehingga perekonomian bisa menggeliat dan kesejahteraan bisa diwujudkan bagi masyarakat,” kata mantan  Direktur Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (LLP-KUKM), Ahad (5/3/2017).
 
Keberadaan koperasi di Indonesia menurut Yuana dinilai belum berkembang pesat. salah satu persoalan besar lambannya perkembangan koperasi karena sulitnya akses perbankan. Koperasi memiliki risiko yang tinggi, tidak profitable dan kurang memiliki jaminan. Seluruh alasan ini merupakan alasan lemahnya koperasi untuk memperoleh akses dari perbankan. 
 
“Jumlah koperasi di Indonesia mencapai 194 ribu. Dari angka itu, sebanyak 76 persen di antaranya masih aktif, jika pelaku koperasi dan UKm merasa sulit dalam mengakses perbankan dapat memfaatkan peluang-peluang pembiayaan melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) sebagai lembaga di bawah Kementerian Koperasi dan UMKM bagi pelaku koperasi dan UKM,” terangnya.
 
LPDB menurut Yuana lebih banyak membantu kelompok yang tidak bankable tapi visibel, termasuk koperasi tani, pelaku UKM agar mampu berbisnis secara profesional.
 
Reza  Fabianus Ketua Kopnas yang juga pendiri Co-Op Mart mengatakan Co Op Mart adalah  mini market bernafaskan koperas di mana  pemilik adalah pelanggan, atau  pelanggan adalah pemilik.
 
”Co-Op Mart mini market dengan konsep kepemilikan di mana para anggota memiliki kebutuhan mereka belanja di mini market milik sendiri dan mendapat kan keuntungan yang setiap akhir tahun sisa hasil usaha di bagi bersama, beda dengan mini market  yang pada umumnya di mana pembeli hanya bersifat pelanggan dan keuntungan untuk pemilik,”urai Reza. 
 
Kepala  Bidang Koperasi Dinas Koperasi Dan UMKM Kota Tangerang H. Julias mengharapkan masyarakatdan  menjadi penyebar produk sekala besar. ”Kami sangat terbantu dengan adanya Co Op Mart yang di lahirkan oleh Kopnas sehingga kedepan kami akan bersinergi dalam membina pelaku koperasi dan UKM di Kota Tangerang,” ungkap Julias.


(Romi)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus
free web stats