Di Publish Pada Tanggal : Jumat, 17 Februari 2017 23:50 WIB

Impor Cabai Disinyalir Lewat Jalur Ilegal

Jakarta, HanTer – Kabar adanya peredaran cabai impor di sejumlah pasar di Indonesia menuai perhatian sejumlah kalangan. Apalagi, kabar tersebut muncul ditengah terus meroketnya harga cabai rawit hampir di seluruh Indonesia.

Menanggapi hal ini, Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) mengatakan jika benar adanya cabai impor yang beredar di pasar, kemungkinan berasal dari jalur yang tak resmi.

"Mungkin memang terjadi ada kasus-kasus penyelundupan. Indonesia terlalu banyak pantai. Kalau pun ada masuk (cabai impor), itu pasti bukan impor resmi tetapi dari pantai-pantai yang terbuka ini," kata Wapres di Jakarta, Jumat (17/2/2017).

Seperti diketahui, kenaikan harga cabai rawit sedang berlangsung di berbagai daerah, dengan harga rata-rata mencapai Rp 90.000-Rp 130.000 per kilogram (kg).

Sementara itu, Kementerian Perdagangan membantah telah mengeluarkan izin impor cabai. Sejak awal, pemerintah dikatakan berkomitmen untuk tidak membuka keran impor untuk mengatasi harga cabai rawit yang terus naik.

“Sampai saat ini, kami tidak memberikan persetujuan impor cabai segar,” kata Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag), Oke Nurwan.

Oke berjanji akan menurunkan tim untuk menelusuri informasi tersebut. “Saya suruh tim ke sana dan laporkan kalau tidak ada menandatangani persetujuan impor untuk cabai segar, berarti ilegal,” jelasnya.

Hal senada dikatakan Menteri Pertanian (Mentan), Amran Sulaiman. Kementan, kata dia, selama ini belum merekomendasikan pembukaan keran impor cabai meski harga terus bergejolak. “Kami (Kementan) tidak keluarkan (izin impor), nanti kami cek,” ujarnya.

 


(Arbi)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus
free web stats