Di Publish Pada Tanggal : Kamis, 24 November 2016 21:50 WIB

Persiapan Operasional Holding BUMN Butuh Dua Tahun

Jakarta, HanTer - Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian BUMN Aloysius Kiik Ro mengatakan dibutuhkan waktu sekitar dua hingga tahun agar holding BUMN, terutama migas bisa beroperasi penuh.

Menurut Aloysius, butuh waktu lama bagi PT Pertamina (Persero) dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (Persero) untuk saling menyesuaikan diri untuk kemudian menjalankan bisnis bersama. "Soal tahapan, dua hingga tiga tahun baru akan 'smooth' (lancar). Realistisnya begitu untuk sampai 'business alignment' (penyelarasan visi bisnis) dan transformasi bisnisnya," katanya di Jakarta, Kamis (24/11/2016).

Dia menuturkan, tidak akan mudah bagi entitas perusahaan untuk bergabung dengan entitas perusahaan lain. Terlebih jika ada salah pengertian bahwa perusahaan induk akan mengontrol perusahaan lainnya. "Holding itu bukan berarti menyusun dan mengumpulkan perusahaan saja, tapi mengontrol 'value creation'," katanya.

Ia menambahkan, pihaknya ingin proses holding dua perusahaan dalam holding migas bisa lancar tanpa ada satu pihak yang merasa lebih dominan. "Pertamina tidak serta merta menguasai PGN. PGN tidak akan dikuasai Pertamina, saham pemerintah di dalamnya saja yang dikonsolidasikan ke Pertamina," katanya.

Aloysius juga meyakinkan, sistem holding akan membantu kinerja keuangan perseroan. Meski menurut dia, pada tahap awal kemungkinan akan terjadi kerugian karena proses penyesuaian. "Tapi kalau tidak holding, kerugian BUMN bisa lebih besar lagi," ujarnya.

Dengan bergabung dalam satu holding, pengelolaan migas dari hulu ke hilir nantinya akan dibagi ke dua perusahaan tersebut Pertamina akan fokus di hulu, sementara PGN bisa bebas melancarkan bisnis di hilir sehingga tidak ada aksi rebutan lahan.

"Nantinya Pertagas dibeli PGN, dengan demikian bagian 'upstream dan midstream dikelola Pertamina. Lalu dari 'midstream' ke 'downstream' hingga distribusi dikelola PGN. Jadi dari hulu ke hilir nyamung," katanya. 


(Arbi/Ant)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus
free web stats