Di Publish Pada Tanggal : Sabtu, 12 November 2016 07:01 WIB

Pameran Rumah Rakyat 2016 Paling Diminati Masyarakat

Jakarta, HanTer - Setelah sukses dengan Pameran Rumah Rakyat 2016 di tiga kota sebelumnya, yaitu Jambi (12 – 16 Oktober 2016), Banyuwangi (14 – 18 Oktober 2016) dan Kendari (26 – 30 Oktober 2016) dan Pameran Rumah Rakyat 2016 ini akan hadir di Jakarta. Pameran ini akan berlangsung selama 5 hari mulai tanggal 9 hingga 13 November mendatang.
 
Pameran yang diselenggarakan di Gedung Smesco Indonesia di Gatot Subroto ini mengangkat tema sesuai dengan Hari Habitat Dunia 2016 yaitu “Perumahan Penggerak Perkotaan Berkelanjutan”. Rencananya, pameran ini akan dibuka langsung oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Bapak Basuki Hadimuljono.
 
Pameran ini nantinya akan melibatkan enam Direktorat Jenderal di Lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yaitu Ditjen Pembiayaan Perumahan, Ditjen Penyediaan Perumahan, Ditjen Cipta Karya, Badan Penelitian dan Pengembangan dan Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah, tigapuluhdelapan pengembang yang membangun rumah dengan menggunakan fasilitas Kredit Pemilikan Rumah Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR Sejahtera FLPP). Selain itu juga bank pelaksana yang sudah mengadakan perjanjian kerjasama operasional dengan PPDPP, asosiasi perumahan seperti Real Estate Indonesia (REI), Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indinesia (Apersi), Asosiasi Pengembang Rumah Sederhana Sehat (Apernas), Asosiasi Pengembang Perumahan Rakyat Indonesia (Asperi), Asosiasi Pembangunan Perumahan Prajurit (Aspera), Asosiasi Pengembang dan Pemasar Rumas Nasional (Asprumnas). Bapertarum PNS dan Perum Perumnas juga turut aktif dalam mendukung pameran rumah rakyat ini.
 
“Pameran ini akan diramaikan oleh 52 stand, terdiri dari 38 stand pengembang yang menjual rumah dengan KPR Sejahtera FLPP serta sisanya dari Bank Pelaksana FLPP,” ujar Direktur Utama PPDPP, Budi Hartono.
 
Dalam pameran ini PPDPP mengharapkan agar bank pelaksana KPR Sejahtera FLPP bisa memberikan gimmick yang menarik sehingga bisa menarik jumlah pengunjung. Sedangkan dari sisi pengembang, PPDPP mengharuskan pengembang hanya menjual rumah sesuai dengan patokan harga FLPP. Untuk rumah KPR Sejahtera FLPP di Jakarta harganya Rp 133.500.000,- “Kami tidak mentolerir penjualan rumah di atas harga tersebut,” ujar Aisyah Dewi, Staf Khusus Direktur Layanan tegas.
 
Harapannya, semua pihak yang mengikuti pameran ini bisa turut serta memberikan produk terbaiknya bagi rakyat dan menyukseskan Pameran Rumah Rakyat 2016 ini. Pameran Rumah Rakyat 2016 ini, merupakan pameran tahun ketiga yang telah dilaksanakan oleh PPDPP dalam mendukung program pemerintah dalam membantu masyarakat berpenghasilan rendah dalam memiliki rumah.
 
Budi Hartono berharap dalam pameran ini bisa lebih mensosialisasikan program pemerintah FLPP sehingga lebih dikenal oleh masyarakat luas, terutama masyarakat berpenghasilan rendah dan PPDPP sendiri tentunya sebagai badan yang mengelola dana perumahan ini.
 
Secara total penyaluran dana FLPP dari tahun 2010 sampai dengan bulan September tahun 2016 adalah sebanyak 475.452 unit dengan nilai FLPP sebesar Rp 26,29 Triliun.
 
Sebaran penyaluran dana FLPP tahun 2010 sampai dengan bulan September 2016 berdasarkan jenis KPR yang terdiri atas KPR Sejahtera Tapak dan KPR Sejahtera Susun. KPR Sejahtera Tapak mendominasi penyerapan dana FLPP yaitu mencapai 475.198 unit atau sebesar 99,95% sedangkan KPR Sejahtera Susun hanya menyerap 254 unit atau sebesar 0,05%. 
 
Sebaran penyaluran dana FLPP tahun 2010 sampai dengan bulan September 2016 berdasarkan provinsi, 3 (tiga) tertinggi adalah provinsi Jawa Barat dengan jumlah 181.284 unit (38,13%), kemudian menyusul provinsi Banten dengan jumlah 49.835 unit (10,48%), dan yang ketiga adalah provinsi Jawa Timur sebesar 32.019 unit (6,73%).
 
Sebaran penyaluran dana FLPP tahun 2010 sampai dengan bulan September 2016 berdasarkan jenis pekerjaan, tertinggi adalah swasta dengan jumlah 353.902 unit (74%), kemudian menyusul PNS dengan jumlah 59.578 unit (13%), dan yang ketiga adalah wiraswasta sebesar 35.812 unit (8%). 
 
Sampai dengan akhir bulan September 2016 telah ditandatangani Perjanjian Kerjasama Operasional antara Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan dengan 24 bank pelaksana yaitu: BTN, BTN Syariah, Bank Mandiri, Bank BRI, Bank BRI Syariah, Bank BNI, Bank Artha Graha, Bank Sumsel Babel, Bank Sumsel Babel Syariah, Bank Riau Kepri, Bank Sumut, Bank Kalteng, Bank Papua, Bank Jatim, Bank NTT, Bank Sumut Syariah, Bank Sultra, Bank Kalsel, Bank DIY, Bank Nagari, Bank NTB, Bank BJB, Bank Jateng, dan Bank Mayora.


(Romi)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus
free web stats