Di Publish Pada Tanggal : Rabu, 19 Oktober 2016 13:21 WIB

CBA Minta Struktur Direksi Jasa Marga Harus Dirombak Sebelum Naikan Tarif Tol

Jakarta, HanTer - Center For Budget Analysis (CBA) meminta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) untuk membatalkan kenaikan tarif tol Jakarta - Cikampek. Alasannya, kenaikan tarif tol tersebut sangat membebani anggaran transportasi rakyat.
 
"Kenaikan tarif tol Jakarta-Cikampek juga tidak dibarengi dengan peningkatan pelayanan karena mewujudkan jalan tol yang lancar, aman dan nyaman hanya jadi simbol belaka," ujar Direktur CBA Uchok Sky Khadafi di Jakarta, Rabu (19/10/2016). 
 
Menurut Uchok, langkah-langkah yang menyentuh pengguna jalan tol mutlak harus direalisasikan oleh Jajaran Direksi PT Jasa Marga. Direksi harus memenuhi semua kebutuhan yang diperlukan agar operasional jalan tol lebih baik termasuk turun dan mengecek sendiri kondisi lapangan. 
 
Kebutuhan anggaran pemeliharaan harus dipenuhi, sehingga slogan pelayanan jalan tol dapat dirasakan oleh pengguna jalan. Oleh karenanya jalan tol tidak harus disuguhi dengan pemandangan yang kumuh, sarana operasional  yang jauh dari modern, dan layanan dapat memenuhi semua kebutuhan pengguna jalan tol.
 
"Sebelum kenaikan tarif tol maka akan lebih baik dibenahi dulu struktur posisi direktur pada jajaran PT Jasa Marga. Masa struktur direktur orangnya itu itu saja," paparnya. 
 
Presiden Joko Widodo (Jokowi), sambung Uchok, harus mencopot struktur direktur yang diisi orang lama seperti Muhammad Najib Fauzan, dan Hasanuddin. Hal tersebut dilakukan agar perusahaan BUMN plat merah tersebut bisa maju dalam pelayanan, dan penerimaan untuk negara bisa meningkat.
 
"Mengharapkan PT Jasa Marga lebih maju dan bisa melayani publik dengan baik, hanya mimpi di siang hari kalau hanya pergantian pada direktur utama dari Adityawarman kepada Desi Arryani tanpa ada pergantian pada jajaran direksi," jelasnya. 
 
Uchok menilai, jika orang - orang lama tetap dipertahankan pada jajaran direksi PT Jasa Marga maka akan terjadi penurunan penerimaan negara. Hal ini sudah terjadi pada penerimaan negara dari tahun 2014 ke tahun 2015 yang mengalami penurunan sangat janggal. 
 
"Lihat saja bagian penerimaan PT. Jasa Marga pada tahun 2014, sampai sebesar Rp.374.168.844.000. Dan pada tahun 2015, penerimaan mengalami penurunan sebesar Rp.30.328.816000. Dimana pada tahun 2015, bagian penerimaan yang diberikan kepad(safari)


(Safari)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus
free web stats