Di Publish Pada Tanggal : Sabtu, 09 Juli 2016 18:18 WIB

Alamak, Pemudik Feri Merak-Bakauheni Naik Belasan Persen

Jakarta, HanTer - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) berhasil menyeberangkan hampir satu juta orang pemudik dalam angkutan Lebaran 2016 dari pulau Jawa ke Sumatera. Dan untuk kali pertama, Perseroan juga sukses menggelar layanan penjualan mobile e-ticketing di Rest Area KM43 & KM68 Tol Tangerang-Merak yang berhasil menjaring 10.904 unit kendaraan roda empat (pribadi) mulai H-12 hingga H-1 Lebaran.
 
Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Danang S Baskoro mengatakan, penyelenggaraan arus mudik Lebaran jauh lebih baik tahun ini. Karenanya, pola arus balik penyeberangan diharapkan jauh lebih sukses dibandingkan pelayanan dari arus mudik, dimana setiap lintasan utama yang dipantau telah melebihi target kenaikan trafik penumpang sebesar 5 persen.
 
Layanan arus balik penyeberangan diprediksi akan dimulai dan mengalami peningkatan trafik mulai akhir pekan ini, terhitung dari Sabtu (9/7) atau H+2 hingga akhir pekan mendatang.  Adapun tujuh lintasan penyeberangan yang ramai saat arus mudik maupun balik, yakni Merak-Bakaheuni, Ketapang-Gilimanuk, Padangbai-Lembar, Bajoe-Kolaka, Tanjung Api-Api-Bangka (Tanjung Kelian), Kayangan-Pototano, dan Kariangau-Penajam.
 
"Dari ketujuh lintasan utama terpantau diatas, Merak-Bakauheni, Ketapang-Gilimanuk, Lembar-Padang Bai, maupun Tanjung Api-api - Bangka, telah mencatat jumlah pemudik yang meningkat di atas 5 persen dibandingkan tahun lalu. Kami juga bersyukur, karena selama pelayanan arus mudik feri dari H-12 hingga hari H Lebaran, tidak ada kecelakaan (zero accident) yang terjadi," kata Danang lewat keterangan pers yang diterima Harian Terbit, kemarin. 
 
Ia mengungkapkan, dalam penyelenggaraan layanan angkutan mudik tahun ini telah sukses  dalam menerapkan inovasi penjualan tiket penyeberangan di Rest Area KM43 & KM68 Tol Tangerang - Merak yang berhasil menjaring total 10.904 unit kendaraan roda empat (pribadi) selama H-12 hingga H-1. "Ini prestasi luar biasa, karena dari sekitar 80.000 kendaraan pribadi yang menyeberang Merak-Bakauheni, penjualan mobile e-ticketing telah berkontribusi sekitar 13,63 persen selama arus mudik," katanya.
 
Namun, diakuinya juga, selama arus mudik berlangsung, masih banyak kekurangan dalam pemberian layanan kepada pengguna jasa penyeberangan. Khususnya, bagi penguna jasa penyeberangan yang mengalami antrian saat menuju areal Pelabuhan Merak pada puncak arus mudik yang terjadi sejak Jumat (1/7) malam hingga Sabtu (2/7) sore hari. Adapun volume kendaraan mobil dan motor pada Jumat (1/7) atau H-5 tercatat mencapai tiga kali lipat dibandingkan hari sebelumnya. Sebanyak 15 ribu sepeda motor dan sekitar 11 ribu mobil pribadi dan 500-an bis memadati pelabuhan pada waktu yang bersamaan.
 
Data Posko Terpadu Mudik 2016, total trafik penumpang feri yang menyeberang dari Merak menuju Bakauheni pada H-12 hingga H mencapai 895.888 orang atau naik 15,1 persen dibandingkan periode sama tahun lalu sebanyak 778.334 orang.  Lalu jumlah total kendaraan mencapai 192.303 unit atau naik 14,2 persen dibandingkan periode sama tahun lalu sebanyak 168.352 unit.
 
Sebaliknya, total trafik penumpang dari Bakauheni menuju Merak pada H-12 hingga H mencapai 397.021 orang atau naik 5,4 persen dibandingkan periode sama tahun lalu sebanyak 376.603 orang. Diikuti jumlah total kendaraan sebanyak 71.287 unit atau naik 1,5 persen dibandingkan periode sama tahun lalu 70.249 unit.
 
"Masih banyaknya kekurangan dalam pelayanan kami, akan menjadi koreksi agar dilakukan perbaikan pada tahun depan. Untuk percepatan dan memudahkan pengguna jasa, akan kami tingkatkan koordinasi dengan stakeholder lain khususnya dalam mengatasi antrian menuju pelabuhan, dan mempercepat proses bongkar muat di kapal," tuturnya.
 
Dari lintasan lain, dilaporkan juga layanan mudik feri berlangsung lancar dan aman. Di lintasan Tanjung Api-api - Bangka tercatat dari H-7 hingga H-1 jumlah pemudik mencapai 14.000 orang, 1.350 unit sepeda motor, dan 1.400 kendaraan roda empat. "Memang untuk jumlah penumpang pejalan kaki turun 2 persen, dan roda dua turun persen. Namun, untuk roda 4 naik 12%.  Pencapaian tahun ini memang melebihi target kenaikan 5 persen," kata GM PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Bangka Dadan Hermawan.
 
Untuk lintasan Lembar-Padang Bai yang juga sibuk, mengalami puncak arus mudik Lebaran pada Sabtu (2/7) atau H-4 dan Minggu (3/7) atau H-3 yang didominasi kendaraan roda dua. "Kenaikan pemudik sepeda motor sekitar 15-20 persen dibandingkan tahun lalu. Sedangkan untuk penumpang dan roda empat (pribadi) rata-rata naik 10-15 persen," tutur GM PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Lembar Anton Murdianto.
 
Adapun untuk puncak arus balik penyeberangan diperkirakan akan lebih terdistribusi karena momentum libur Lebaran juga bersamaan dengan liburan anak sekolah hingga 17 Juli mendatang. Namun demikian, bagi Pegawai Negeri Sipil, karyawan BUMN, maupun swasta, sudah mulai aktif bekerja kembali pada Senin (11/7) mendatang. Karena itu, diperkirakan arus balik penyeberangan juga akan lebih terdistribusi mulai akhir pekan ini hingga pekan depan. "Prediksinya, puncak arus balik akan terjadi Sabtu (9/7) atau H+4 dan Minggu (10/7) atau H+3 khususnya para pemudik yang akan kembali masuk kerja pada Senin (11/7) mendatang," tutur Danang.
 
Danang kembali mengimbau kepada seluruh pemudik untuk mempersiapkan diri sebaik-baiknya menghadapi arus balik Lebaran, mengingat kondisi stamina yang cenderung menurun pasca menikmati libur Lebaran di kampung halaman. "Harus tetap jaga kesehatan, dan selalu waspada di perjalanan. Pemudik diimbau agar melakukan perjalanan ataupun penyeberangan di siang hari demi menghindari potensi antrian panjang yang kerap terjadi di malam hari karena peningkatan volume kendaraan," tutur Danang lagi.
 
Penumpang KRL Meningkat
 
Di lain pihak, PT KAI Commuter Jabodetabek menghimbau para pengguna KRL Jabodetabek pada hari kedua lebaran kali ini untuk lebih berhati-hati karena padatnya pengguna KRL di sejumlah Stasiun. Selain itu, pengguna juga dihimbau untuk dapat merencanakan perjalanannya dengan lebih baik.
 
Menurut VP Komunikasi Perusahaan PT KCJ, Eva Chairunisa, Sejumlah stasiun KRL yang terhitung baru dioperasikan kembali dan mengalami peningkatan pengguna jasa cukup tinggi yakni Sta Tanjung Priok dan Sta Ancol.
 
Prediksi peningkatan penumpang pada musim lebaran kali ini telah diantisipasi PT KCJ lebih dulu melalui penambahan petugas pengamanan dan pelayanan hingga dua kali lipat.
 
Pada 6 Juli kemarin, Stasiun Tanjung Priok melayani sekitar 2000 pengguna jasa dari yang sebelumnya rata rata perhari hanya sekitar 800 penumpang. Ini merupakan jumlah tertinggi sejak Stasiun tersebut kembali melayani KRL pada Desember 2015 lalu.
 
Sementara stasiun Ancol yang berada pada rute Jakarta Kota - Tanjung Priok dan baru dioperasikan kembali pada tanggal 25 Juni 2016, pada hari lebaran pertama kemarin melayani hingga 900 pengguna jasa.
 
Khusus untuk stasiun Ancol, selama musim libur lebaran ini juga tersedia bus feeder dari Stasiun menuju ke kawasan Taman Impian Jaya Ancol yang menyesuaikan dengan jadwal 12 perjalanan krl yg melintas di Stasiun Ancol.
 
Bus gratis ini tersedia mulai tanggal 6 hingga 10 Juli 2016. Sebagian besar pengguna jasa yang turun di Stasiun Ancol juga terlihat memanfaatkan layanan bus gratis tersebut.
 
Dengan dioperasikannya Stasiun Ancol yang dapat dijangkau dengan menggunakan krl dari Stasiun Jakarta Kota, penumpang yang ingin berwisata ke kawasan ancol kini lebih dimudahkan lantaran tidak perlu lagi berganti moda transportasi lain dari Sta Jakarta Kota.
 
Melihat padatnya jumlah pengguna, PT KCJ menghimbau para penumpang untuk selalu memperhatikan aturan dan tata tertib naik KRL, diantaranya tidak membuang sampah di dalam KRL, tidak makan dan minum di dalam KRL, serta tidak duduk di lantai kereta.
 
Para pengguna juga hendaknya senantiasa mendahulukan penumpang turun sebelum naik kereta, dan memberikan tempat duduk prioritas bagi mereka yang memerlukan. Hal-hal tersebut perlu diperhatikan demi kenyamanan sesama pengguna KRL.
 
Selain itu bagi para pengguna yang bepergian bersama keluarga, kami juga ingatkan untuk selalu menjaga putra dan putrinya agar tidak terpisah dari orang tua. Selanjutnya selalu jaga barang bawaan Anda saat naik KRL karena barang bawaan menjadi tanggung jawab penuh penumpang. Namun bagi para pengguna yang kehilangan barang di dalam KRL, dapat melapor kepada petugas passenger service di stasiun.
 
Sementara itu untuk kemudahan bertransaksi dan menghindari antrian, pengguna KRL dapat memakai Kartu Multi Trip yang dapat digunakan ke seluruh stasiun tujuan KRL tanpa perlu antri di loket. Selain itu mulai 3 Juli lalu, pengguna KRL juga dapat memanfaatkan Tiket Harian Berjaminan (THB) Pulang-pergi, agar tidak perlu antri untuk mengisi ulang relasi perjalanan pulang.
 
Melalui berbagai upaya peningkatan pelayanan tersebut, serta dengan pemahaman pengguna yang lebih baik, PT KCJ yakin dapat melayani pengguna dengan lebih baik pada musim libur lebaran tahun 2016 ini.
 


(Romi)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus
free web stats