Di Publish Pada Tanggal : Selasa, 29 Maret 2016 12:37 WIB

Paket Kebijakan Ekonomi XI: Optimis Dwelling Time 3 Hari

Jakarta, HanTer - Pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla kembali mengeluarkan paket kebijakan untuk merangsang pertumbuhan ekonomi. Rencananya, paket kebijakan ekonomi tahap ke-XI itu akan diumumkan di Istana Kepresidenan Jakarta, hari ini, Selasa (29/3/2016).

Salah satu paket yang akan diumumkan, kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution, di Jakarta, Senin (28/3/2016), adalah soal waktu tunggu bongkar muat barang di pelabuhan (dwelling time).
Pencapaian dwelling time belakangan ini memang terus membaik, menjadi 3,6 hari. Sebelumnya 7-8 hari.

“Kami akan berupaya keras mewujudkan instruksi Presiden Jokowi agar dwelling time bisa mencapai 2-3 hari, meski 3,6 hari itu sudah mencapai target awal,” kata Agung Kuswandono, Ketua Satuan Tugas Dwelling Time yang dibentuk Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman.

Mantan Dirjen Bea dan Cukai ini mengatakan pencapaian mengurangi dwelling time dari sebelumnya 7-8 hari menjadi 3,6 hari merupakan prestasi yang cukup membanggakan.

Menko Bidang Perekonomian, Darmin Nasution, mengemukakan, masalah dwelling time memang menjadi prioritas Presiden Jokowi sejak menjabat. Akibat masalah ini pula, reshuffle kabinet jilid I dilakukan karena menteri terkait tidak bisa mengurai masalah dwelling time.  

“Ada lima hal pokok, antara lain terkait juga dengan dwelling time, bukan menyangkut pelabuhannya, tetapi urusan prosedur,” kata Darmin.

Prosedur yang dimaksud Darmin, adalah rumitnya proses keluar-masuk barang dari pelabuhan. Sebabnya, urusan ini menyangkut 18 kementerian yang ada. Sementara, setiap kementerian memiliki standar yang berbeda, apakah barang-barang itu bisa dimasukkan ke jalur hijau atau merah.

“Selama ini ada penetapan jalur prioritas atau jalur hijau dan jalur lambat atau jalur merah, ini ada di 18 kementerian. Yang jadi masalah, 10 bilang hijau, delapan bilang merah, jadinya merah deh," kata Darmin.  

Dalam paket kebijakan ekonomi XI ini, jelas dia, akan dilakukan standarisasi yang sama antar tiap kementerian.

“Kita menyatukan standar. Supaya kalau hijau ya hijau saja. Jangan kemudian satu bilang enggak, terus akhirnya enggak jadi. Lama lagi. Itu namanya Indonesian Single Risk Management,” tutur dia.

Menurut dia, model Indonesia single risk management ini akan diterapkan agar masalah dwelling time bisa ditekan sesuai arahan presiden menjadi dua hingga tiga hari. Teknisnya, tiap kementerian nanti harus duduk bersama. “Kalau hijau ya hijau saja. Itu akan mengubah dwell time agak banyak,” tandasnya.

Membaiknya dwelling time di pelabuhan disambut Ketua Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) Zaldy Ilham Masita, menurutnya,  membaiknya peforma dwelling time beberapa minggu terakhir diakibatkan proses customs clearance yang semain cepat dan makin banyak dokumen-dokumen impor yang bisa diselesaikan sebelum kapal masuk.


(Arbi)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus
free web stats