Di Publish Pada Tanggal : Jumat, 04 Maret 2016 23:31 WIB

Genjot Investasi, BP Batam Harus di Bawah Presiden


Jakarta, HanTer - Pemerintah menegaskan, Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) tidak akan dibubarkan. Namun, status BP Batam akan ditingkatkan dari  yang kini di bawah Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), menjadi di bawah pemerintah pusat.

"Kami dari relawan Bara JP sudah bertemu dengan Presiden Jokowi Rabu malam di Medan. Presiden mengatakan, Batam akan terus dikembangkan supaya lebih mampu bersaing," ujar Penasihat BaraJP, Kepri Wirya Silalahi, dalam pernyataannya di Jakarta, Jumat (4/3/2016).

Jokowi, kata Wirya, menyatakan selama ini BP Batam telah berhasil menggenjot investasi. Namun, untuk menggenjot investasi yang lebih besar lagi, BP Batam akan berada di bawah pemerintah pusat.

"Mengapa menjadi di bawah pemerintah pusat, supaya larinya lebih kencang," kata Wirya menirukan ucapan Presiden Jokowi.

Ketika Menkopolkam Luhut Binsar Panjaitan berkunjung ke Batam bebeberapa waktu lalu, Wirya telah menyampaikan investasi di Batam sudah sebesar 71 miliar dolar AS (Rp960 triliun).

Pada tahun 1971 ketika Otorita Batam berdiri, penduduk Batam hanya 6.000 jiwa, sebagai salah satu desa dari Kecamatan Belakang Padang, Kabupaten Kepulauan Riau, Provinsi Riau.

Sementara di tahun 2014, penduduk Batam sudah 1.194.000 jiwa. Adapun kini, Batam telah menjadi kota nomor 3 terbesar di Sumatera.

Jika pendapatan per kapita nasional 4.000 dolar AS per tahun, Batam telah mencapai 5.200 dolar AS.

Batam merupakan daerah nomor 3 kunjungan wisatawan asing, setelah Bali dan Jakarta, berkontribusi 15% untuk wisman nasional pada tahun 2014. Tidak ada bandara di daerah Sumatra yang sesibuk Batam, bahkan Kuala Namu (Medan) sekalipun.


(Sammy/Anu)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus
free web stats