Di Publish Pada Tanggal : Minggu, 21 Februari 2016 12:55 WIB

BI Rate Turun Bukan Karena Intervensi

Jakarta, HanTer - Bank Indonesia (BI) menegaskan keputusan menurunkan suku bunga (BI rate) bukan karena ada intervensi dari pihak manapun.

"Bukan karena  ada intervensi," kata Direktur Eksekutif Komunikasi BI, Tirta Segara, Minggu (20/2/2016).
     
Tirta menjelaskan keputusan Rapat Dewan Gubernur (RDG) menurunkan BI rate turun 25 basis poin (bps) dari 7,25 menjadi 7 persen dan giro wajib minimum (GWM), setelah melihat prospek ekonomi terkini dan ke depan.

Nilai tukar relatif stabil berkisar Rp13.400-Rp13.500/ dolar AS. Selain itu, inflasi beberapa bulan ini  rendah. Bahkan pada Maret mendatang diperkirakan akan terjadi deflasi, karena ada masa panen.
     
Selain itu, situasi perekonomian global juga masih lesu. Seperti perekonomian Amerika Serikat (AS) dan negara lainnya masih lesu. Sehingga permintaan ekspor pun masih kurang.

"Hal seperti ini menjadi pertimbangan RDG, sebelum memutuskan perlu tidaknya BI rate diturunkan," ujarnya.
 
Mengenai keputusan BI yang juga menurunkan giro wajib minimum, ia menjelaskan setiap GWM turun satu persen, likuiditas di pasar akan bertambah Rp34,4 triliun.


(Ris)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus
free web stats