Di Publish Pada Tanggal : Jumat, 08 Januari 2016 14:39 WIB

Ngaku Bawa Bom, Nenek Ini Harus Berurusan denga Pihak Kepolisian

Yogyakarta, HanTer-Seorang nenek berusia 69 tahun berinisial LM harus berurusan dengan pihak keamanan Bandara Adi Sutjipto, Yogyakarta, setelah dirinya mengaku membawa bom. Pengakuan tersebut diungkapkan setelah si nenek kesal karena menjalani pemeriksaan yang ketat.

"Tadi pagi pukul 07.00 WIB (petugas) sekuriti Bandara Adi Sutjipto mengamankan seorang perempuan berinisial LM berusia 69 tahun," ujar GM Angkasa Pura 1 Bandara Adi Sutjipto, Yogyakarta, Agus Pandu Purnama, Jumat (8/1/2016).

Agus menuturkan, LM yang merupakan warga Yogyakarta ini diamankan karena telah memberikan informasi palsu dengan mengaku membawa bom. "Kami amankan karena telah memberikan informasi palsu yang meresahkan, mengaku membawa bom," ucapnya.

Dia menjelaskan, LM merupakan penumpang pesawat Lion Air tujuan Bandara Soekarno-Hatta di Cengkareng. Sesampainya di bandara, seperti penumpang-penumpang lainnya, dia harus melewati beberapa pemeriksaan.

Dia pun kesal. Saat menjalani pemeriksaan ECP II Terminal A, LM lantas mengatakan bahwa dirinya membawa bom. "Mendengar itu, petugas sekuriti bandara lalu mengamankan LM," ujarnya.

LM mengaku, dia hanya bercanda membawa bom karena kesal harus melewati pemeriksaan di Bandara Adi Sutjipto yang begitu ketat. "Ngakunya bercanda karena kesal terlalu banyak diperiksa. Sabuk dilepas, dompet diperiksa, jaket dilepas," kata Agus.

Setelah diperiksa petugas keamanan, LM akan diserahkan ke pihak kepolisian mengacu pada peraturan Kementerian Perhubungan Pasal 334 huruf e UU Nomor 1 Tahun 2009 tentang Pemberian Informasi Palsu. Sanksi diatur dalam Pasal 537 UU Penerbangan. Pelaku bisa mendapat sanksi maksimal satu tahun penjara.

Agus mengakui, kejadian serupa pernah terjadi pada 13 Desember 2015 lalu saat seorang penumpang Sriwijaya Air tujuan Jakarta berinisial DN (51) mengaku membawa bahan peledak. Alasannya pun sama. Dia mengaku kesal karena ketatnya pemeriksaan.

Penumpang tersebut, ujar dia, juga diamankan dan saat ini telah diproses di kepolisian. "Saya mengimbau agar masyarakat tidak menyampaikan informasi palsu yang meresahkan, mengganggu, dan membahayakan penerbangan sebab akan dikenakan sanksi," katanya.


(Ind)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus
free web stats