Di Publish Pada Tanggal : Jumat, 21 Agustus 2015 14:33 WIB

Harga Bahan Pokok Meroket, Usaha Warteg Makin Lesu

Bogor, HanTer - Melonjaknya harga kebutuhan pokok beberapa pekan terakhir membuat usaha warteg di Kota Bogor, Jawa Barat mengalami kelesuan akibat menipisnya marjin keuntungan.
 
"Aduh, mau bagaimana lagi atuh, saya benar-benar pasrah, harga-harga sekarang sudah bikin beban. Tidak jualan, mau usaha apa, kalau jualan yang harus urut dada," kata Titin (35) pedagang warteg di Jalan Menteng, saat ditemui Jumat (21/8).
 
Titin yang sudah lebih dari 10 tahun berjualan di Jalan Menteng, mengaku hanya bisa berpasrah diri dengan kenaikan harga kebutuhan pokok di pasaran. Biasanya saat harga masih normal, ia mampu mengantongi keuntungan dari warung nasi miliknya sekitar Rp50 ribu.
 
"Sekarang boro-boro Rp50 ribu dapat. Dapat Rp20 ribu itu sudah syukur, ini malah Rp15 ribu untungnya," kata ibu satu anak ini.
 
Menurut Titin, harga daging ayam di pasar tempat ia biasa berbelanja saat ini masih Rp40 ribu sampai Rp45 ribu per kilogram. Mahalnya harga tersebut membuat ia "puasa" jualan ayam selama sepekan ini.
 
Ia mengaku tidak kuat modal kalau harus mengikuti harga pasar yang cukup tinggi. Ia beralih memperbanyak menu ikan. Tetapi sejak adanya aksi mogok pedagang ayam, harga ikanpun ikutan naik karena terkena imbas.
 
"Ikan bawal hitam ini biasanya Rp20 ribu sekilogram, sekarang sudah naik jadi Rp25 ribu. Pusing saya," katanya.
 
Tidak hanya itu, lanjut Titin, harga telur ayam sekarang masih berkisar Rp24 ribu sampai Rp25 ribu per kilogram. Sayuran seperti wortel dan sayur cesin naik dari biasanya Rp6 ribu per kilo menjadi Rp10 ribu per kilogram. Begitu juga dengan Oyong dijual Rp12 ribu per kg.
 
"Kalau cabai dan bawang sudah mulai stabil, tomat apalagi harganya murah, tadi pagi saya beli cabe rawit seperempat cuma Rp8 ribu," katanya.
 
Demikian pula dengan harga minyak curah yang biasa dipakainya masih normal Rp12.500 per kg, tepung terigu Rp8.500 per kilogram, sehingga dirinya masih tetap berjualan gorengan walau dengan keuntungan kecil.
 
Kini harga gorengan dijual Rp1.000 per gorengan, sedangkan untuk aneka sayur mayur dan lauk ia jual dengan harga bervariatif. Untuk sayur dengan porsi paling murah Rp3 ribu, dan ikan bawal Rp6.000 per ekor.
 
"Kadang saya teh bingung, ada yang beli sayur Rp3.000, pada ngeluh kok dikit amat. Yah sayah mau gimana lagi, dari jualan segitu aja keuntungan saya tipis," katanya.
 
Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Bogor, Mangahit Sinaga mengakui harga daging ayam masih tinggi, saat ini masih Rp45 ribu per kilogram. Begitupula dengan telur ayam masih di atas Rp20 ribu per kg.
 
"Untung daging sapi justru sudah turun sekarang sudah Rp110 ribu per kg," katanya.
 
Untuk cabai, lanjut dia, harga cabe merah keriting kini dikisaran Rp40 ribu per kg naik 10 persen dari pekan lalu, cabe merah biasa, turun dari Rp36 ribu menjadi Rp35 ribu, cabe rawit merah masih tinggi kini dikisaran Rp70 ribu per kg, dan warit biasa dijual 10 ribu per kg.
 
"Bawang merah turun dari Rp18 ribu menjadi Rp16 ribu, begitu juga bawang putih kini sudah Rp16 ribu," katanya. 


(ruli)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus
free web stats