Di Publish Pada Tanggal : Rabu, 27 Mei 2015 13:48 WIB

Pemerintah Terbitkan Sertifikat NIK, Guna Tertibkan Koperasi

Jakarta, HanTer-Pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Menkop dan UKM) menerbitkan sertifikat Nomor Induk Koperasi (NIK) sebagai salah satu upaya untuk menertibkan koperasi-koperasi di Indonesia.

Menkop dan UKM, Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga, mengatakan, pihaknya memberikan sertifikat NIK hanya kepada koperasi yang aktif saja secara kelembagaan maupun usahanya. "Selanjutnya bagi koperasi tidak aktif yang jumlahnya mencapai 62.234 unit akan dikeluarkan dari database kami," kata Puspayoga seperti dilansir laman setkab.go.id, Rabu (27/5/2015).

Sebelumnya, Menkop dan UKM telah meluncurkan program Kredit Usaha Rakyat (KUR). Pemerintah memutuskan untuk kembali mengaktifkan pembiayaan KUR dengan menerbitkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 14 Tahun 2015 tentang Komite Kebijakan Pembiayaan bagi UMKM.

KUR dikonsentrasikan pada usaha mikro di sektor pertanian, kelautan perikanan, industri kecil, dan sektor lainnya. Sementara, hasil keputusan rapat koordinasi di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian memutuskan suku bunga KUR pada 2015 turun dan plafon kredit maksimal Rp 25 juta tanpa agunan.

Sedangkan Bank penyalur KUR adalah BRI, BNI, dan Bank Mandiri serta BPD dengan kriteria NPL saat penyaluran KUR sebelum evaluasi di bawah 5 persen dan online dengan perusahaan penjamin

Selanjutnya, target yang telah disiapkan Kementerian Koperasi dan UKM pada 2015 menyangkut Kredit Usaha Rakyat (KUR ) sebesar Rp 30 triliun yang disalurkan melalui empat Bank yang telah ditunjuk, yakni BRI Rp 24 triliun, Bank Mandiri Rp 2,25 triliun, dan BNI Rp 1,5 triliun, disamping itu sejumlah BPD juga akan mendapatkan alokasi penyaluran sebesar Rp 2,25 triliun.


(adiantoro)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus
free web stats