Di Publish Pada Tanggal : Senin, 23 Maret 2015 13:51 WIB

PGN Targetkan 1 Juta Pelanggan CNG Rumah Tangga

Jakarta, HanTer -  Kebutuhan akan gas belakangan ini terus meningkat. Khususnya bagi rumah tangga. PT Perusahaan Gas Negara (PGN) hadir untuk menjawab itu dengan program compressed natural gas (CNG). Program tersebut menyasar kebutuhan energi untuk listrik, pemanasan air, kegiatan memasak dan aktifitas rumah tangga lainnya.

PGN pun menargetkan 1 juta pelanggan untuk tahun-tahun mendatang. Saat ini PGN telah membangun pipa CNG di Semarang, Marunda, Cierbon, Bogor, Tangerang, Palembang dan Surabaya. Saat ini tercatat sudah ada 100 ribu pelanggan rumah tangga.

Perbedaan pemakaian CNG dan liquefied petroleum gas (elpiji) yang banyak digunakan masyarakat saat ini terletak pada sarana penyaluran. Pada elpiji, gas disalurkan melalui tabung dan selang gas.CNG didistribusikan melalui pipa yang mampu mengakomodasi banyak rumah tangga. Satu CNG bisa mendistribusikan 1.000 rumah tangga.

Direktur Utama PGN Hendi Prio Santoso mengatakan PGN berupaya meningkatkan kinerja dengan penambahan volume pengelolaan gas dan menambah kapasitas infrastruktur sehingga gas bumi bisa dimanfaatkan seoptimal mungkin.

Saat ini PGN memasok gas hampir 800 juta kaki kubik per hari (mmscfd), sedangkan permintaan gas nasional mencapai lebih dari 2.000 mmscfd. PGN, kata Hendi, sedang berupaya meningkatkan volume pasokan gas dengan meningkatkan potensi Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTGU) Tambak Lorok, Jawa Tengah, dan membangun pipa gas Kalimantan-Jawa.

Keseriusan Perusahaan Gas Negara dalam meningkatkan kinerjanya tidak lepas dari adanya zero korupsi karena kata Direktur Utama Hendi Prio Santoso catatan positif bagi Perusahaan Gas Negara dalam membentuk prosedur dan peraturan kerja karyawan dengan para pemangku kepentingan adalah termuat dalam Kode Etik.

“Sehingga korupsi sangat tidak mungkin terjadi di Perusahaan Gas Negara. Hal ini sejalan dengan roadmap pemberantasan korupsi 2012-2023 oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dimana sektor pangan, energi dan pajak menjadi prioritas nya,” tegas Hendi yang juga menyatakan calo gas tidak dapat memiliki kesempatan untuk bertemu dan berhubungan dengan karyawan maupun pimpinan Perusahaan Gas Negara.

Kunci dari ini semua selain sikap profesionalisme dari seluruh awak korporasi Perusahaan Gas Negara, juga kuatnya komitmen dari pucuk pimpinan atas toleransi nol korupsi. Ini menjadi sikap ketegasan Direktur Utama Perusahaan Gas Negara Hendi Prio Santoso, korupsi tidak dibenarkan terjadi dan tidak dimungkinkan terjadi di Perusahaan Gas Negara, melalui penerapan tata kelola perusahaan yang baik serta budaya perusahaan yang kuat. Karena itulah Perusahaan Gas Negara  mengembangkan budaya perusahaan berbasis prinsip-prinsip kolektif yang disebut sebagai ProCISE atau Professionalism, Continuous Improvement, Integrity, Safety dan Excellent Service.


(Anu)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus
free web stats