Di Publish Pada Tanggal : Selasa, 24 Februari 2015 10:21 WIB

Delay Tiga Hari, Ini Hasil Investigasi Pihak Lion Air

Jakarta, HanTer - Pihak Managemen Lion Air akhirnya menjelaskan peristiwa keterlambatan penerbangan yang terjadi pada beberapa waktu lalu akibat permasalahan teknis pada tiga pesawat miliknya.

Direktur Umum Lion Air, Edward Sirait mengatakan pada saat kejadian seluruh pesawat milik Lion sedang melayani beberapa rute penerbangan.

"Total pesawat gangguan tiga pesawat, dua Jakarta dan satu Semarang. Satu pesawat melayani lima frekuensi penerbangan tergantung jarak rute. Saat itu central op di cengkareng. Proses pergantian pesawat dibutuhkan Cengkareng sehingga sebabkan kumulatif waktu recover butuh waktu. Menyangkut proses meminta flight app yang memang untuk memastikan terbang pada hari itu libur juga kamis. Puncak kamis malam penumpang yang akhirnya tidak jadi terbang. Pesawat yang ready 93. Online 89 unit. Ada tiga yang masalah. Ada pesawat kita siang hari di Surabaya tambah jadi dua unit soalnya mengelola benda bergerak anytime ada hal-hal yang bisa terjadi," katanya, Rabu (22/2/2015).

Berdasarkan informasi sementara, pesawat yang mengalami permasalahan teknis belum diketahui kapan semua itu terjadi.

"Sebenarnya kita tidak tau dimana kajadian. Yang terjadi pilot pas landing terjadi line indicator. Sehingga sulit putuskan. Atau pas take off ada indikasi fiber blade engine pesawat RTA. Kami juga tidak tau dimana kejadian. Burung ketemu di Semarang bau daging. Tapi enggak bisa klaim benar terjadi di semarang apa karena kejadian di atas," tuturnya.

Dia mengaku, sebenarnya pihaknya telah mengatasi permasalahan semua itu kemarin sehingga tidak terjadi sampai berlarut-larut hanya terbentur pada masalah teknis.

"Itulah yang saya bilang proses keputusan di Cengkareng kita lihat kurang tegas untuk nyatakan batal. Berlarut-larut. Mereka berharap bisa tutupi dengan cadangan yang ada. Pindahkan pesawat dari satu parkir ke yang lain butuh waktu lebih dari lima jam sementara situasi tidak terkendali," jelas Edward.

Selain itu, hal tersebut diperparah dengan pesawat yang berada di Cengkareng dalam status schedule maintainance

"Kejadian dulu sudah resetup produksi. Dengan situasi bandara sepadat itu enggak cukup. Bandara lain relatif tidak. Cengkareng cukup padat. Karena kita sudah publish schedule liat pelan-pelan. Per hari ini dan per hari kemarin ada penerbangan yang cancel dan reschedule penumpangnya. Mudah-mudahan setup bisa kurangi dampak kejadian delay nantinya," paparnya.

Oleh karena itu, dia berharap permasalahan tersebut dapat terselesaikan hingga beberapa hari ke depan.

"Target clear secepatnya. Hanya menyangkut wilayah operasional. Pilot yang sempat bekerja dengan jam hingga tengah malam, kita akan cek kembali mengenai lingkungan dan hal-hal yang harus dipertimbangkan untuk setiap Bandara.

Selain itu pihaknya sedang melakukan rapat internal untuk mengantisipasi rute-rute yang masih berpotensi mengalami gangguan.

"Saya akan rapat dengan teman-teman, kita akan tau mana saja yang masih terganggu. Mudah-mudahan nanti kita lihat dampak ini bergulir terurai. Tapi kami harap dari rapat bisa putus mata rantai, mudah-mudahan kerusakan FOD Blade empat hari selesai butuh special tools dalam mesin kalau rompal akan fibration enggak boleh terbang."

Dikemukakan Edward, pihaknya telah memberikan refund 100 persen ditambah 10 persen penalti yang harus dibayarkan akibat keterlambatan pesawat lebih dari empat jam.

"Setelah cek kami lakukan keselamatan penerbangan akhirnya kita tunda sejam untuk penuhi keselamatan penerbangan. Sampai empat hari ke depan masih berdampak. Tapi pada hari ini ada informasi yang saya lihat perlu sampaikan, delay kami sudah minta untuk reschedule. Kami lagi monitor per hari ini. Selain itu kompensasi penumpang tidak hanya ganti tiket tapi delay yang lebih dari empat jam dapat Rp300 ribu karena sesuai PM 77 tertuang delay satu jam, tiga jam apa, lewat empat jam harus berikan Rp300 ribu kami laksanakan semua sesuai kebutuhan," beber dia.


(Dony)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus
free web stats