Di Publish Pada Tanggal : Jumat, 02 Februari 2018 11:28 WIB

900 Pekerja Tambang Terjebak Dibawah Tanah

Johannesburg, HanTer - Kongres Serikat Pekerja Afrika Selatan (Cosatu) pada Kamis (1/2/2018) kemarin menyatakan, sebanyak 900 pekerja tambang terjebak di bawah tanah di Tambang Beatrix di Negara Bagian Northern Free.

Presiden Perhimpunan Pekerja Tambang dan Serikat Pekerja Bangunan (AMCU) Joseph Mathunjwa mengkonfirmasi peristiwa tersebut.

Ia mengatakan listrik padam, yang dilaporkan akibat badai, mengakibatkan sebanyak 940 pekerja terjebak di bawah tanah di lorong 2 dan lorong 3. Empat-puluh pekerja kemudian diselamatkan, sehingga 900 orang berada di lorong 3 di bawah tanah.

Cosatu mengatakan mereka ingin pemerintah menyelidiki penyebab tragedi itu, demikian laporan Xinhua, seperti dilansir Antara, Jumat (2/2/2018).

Sizwe Pamla, Juru Bicara Nasional Cosatu, mengatakan, "Pemerintah kita perlu datang dengan beberapa mekanisme pelaksanaan yang layak guna menjamin dipatuhinya peraturan keselamatan dan kesehatan dan bekerja untuk mengurangi kecelakaan di tambang."

Mereka juga menyerukan layanan darurat menggandakan upaya untuk menyelamatkan pekerja tambang yang terjebak. Lanjut Pamla, perusahaan tambang mesti belajar dari peristiwa masa lalu guna mencegah meningkatnya kematian di tambang.

"Federasi terus sangat prihatin dengan angka kematian tambang dan menyeru perusahaan tambang agar secara sungguh-sungguh menerima rencana lima poin yang dijanjikan yang ditujukan untuk mencapai nol resiko berkaitan dengan kematian di tambang," paparnya.

"Kita perlu menerapkan mekanisme pencegahan yang masuk akal dan kokoh guna membantu mengurangi dan akhirnya menghentikan kematian di tambang," kata Pamla.

Menteri Sumber Daya Mineral Mosebenzi Zwane dijadwalkan mengunjungi tambang itu pada Jumat untuk memahami apa yang menjadi penyebab pekerja tambang tersebut terjebak.


(Ant)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats