Di Publish Pada Tanggal : Senin, 08 Januari 2018 20:39 WIB

Gurun Sahara Tertutup Salju Setebal 15 Inci

Ain Sefra, HanTer - Salju yang berbahaya telah menutupi Gurun Sahara dalam badai cuaca musim dingin yang aneh. Lebih dari 15 inci (40 cm) telah menyelimuti bukit pasir di kota kecil Ain Sefra, Aljazair.
 
Ini adalah kali kedua salju telah melanda hampir 40 tahun, dengan debu juga tercatat pada Desember 2016. Tapi hujan salju yang melanda kemarin, jauh lebih dalam dari pada yang telah terjadi pada setahun yang lalu.
 
Penduduk setempat, yang bertahan suhu 37C di musim panas, terpana saat salju lebat melayang di kota, yang dikenal sebagai kota "pintu gerbang ke padang gurun".
 
Fotografer Karim Bouchetata, yang menangkap gambar-gambar luar biasa tersebut, mengatakan: "Kami benar-benar terkejut saat kami bangun untuk melihat salju lagi. Tinggal sepanjang hari pada hari Minggu dan mulai mencair sekitar pukul 17:00.
 
Kebakaran tahun lalu membawa kekacauan di seluruh kota, dengan penumpang terdampar di bus setelah jalan menjadi licin dan sedingin es. Anak-anak membuat manusia salju dan bahkan berlayar di atas bukit pasir.
 
Sebelum itu, salju terakhir terlihat di Ain Sefra pada tanggal 18 Februari 1979, saat badai salju berlangsung hanya setengah jam.
 
Badai Musim Dingin Grayson, yang memukul pantai timur AS, telah melihat pembekuan laut di Cape Cod, bersama dengan Air Terjun Niagra dalam pemandangan yang menakjubkan.
 
Seorang juru bicara Kantor Meteorologi mengatakan pagi ini udara dingin ditarik ke selatan sampai ke Afrika Utara akhir pekan lalu sebagai akibat tekanan tinggi di Eropa. Tekanan tinggi berarti cuaca dingin meluas ke selatan dari biasanya. Ain Sefra berjarak sekitar 1.000 meter di atas permukaan laut dan dikelilingi oleh Pegunungan Atlas.
 
Suhu rata-rata untuk bulan Januari adalah 6C, dengan rata-rata di -0,3C. Gurun Sahara mencakup sebagian besar Afrika Utara dan telah melewati pergeseran suhu dan kelembaban selama beberapa ratus ribu tahun terakhir. Meski Sahara sangat kering saat ini, diperkirakan akan menjadi hijau kembali sekitar 15.000 tahun mendatang.


(Hermansyah)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats