Di Publish Pada Tanggal : Kamis, 04 Januari 2018 21:12 WIB

Voice of Palestine Gencar Kampanyekan The Global Intifada Melawan Zionis Israel

Jakarta, HanTer - Berbagai cara dilakukan untuk melawan zionis Israel, salah satunya seperti yang dilakukan Voice of Palestine (VOP) yang bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Ahmad Dahlan (STIEAD) menyelenggarakan Internasional Seminar bertajuk The Global Intifada To Free Palestine. 
 
Acara ini dikemas dengan tanya jawab dengan peserta seminar dan pemaparan tentang negara Palestina serta pemberian gelar atau penghargaan kepada Ahed Tamimi sebagai Girls of The Year.  
 
Seminar ini menghadirkan para pembicara diantaranya Ir. Mujtahid Hashem (Ketua Voice of Palestine), Mr. Thaer Ayob Abdullah Al Shaikh (Qods Foundations), Ammar Fauzi, Ph.D, dan Iswahyudi SE, ME (Dosen STIEAD).
 
“Keputusan kita untuk memberikan gelar kepada Ahed Tamimi ini karena dia adalah sosok remaja yang punya keberanian, dedikasi yang cukup tinggi. Dia juga memiliki kekonsistenannya dan kesadaran yang cepat yang melebihi orang dewasa. Dari umur 9 tahun ikut demo orang -orang dewasa untuk menentang zionis Israel,” ujar Mujtahid Hashem, Ketua Voice of Palestine di Auditorium Syafrudin Prawiranegara, STIEAD Jakarta (3/1/2018).
 
Dalam kesempatan itu pemberian gelar Woman of The Year secara simbolis diberikan oleh Mujatahid Hashem kepada Thaer Ayob Abdullah Al Shaikh selaku perwakilan dari Palestina. “Insya Allah ini akan disampaikan kepada Ahed Tamimi dan ini menjadi keputusan kita untuk memberikan gelar pada nya,” kata Mujtahid.
 
Dikatakan Mujtahid bahwa acara ini juga sebagai seminar ini juga merupakan bagian dari campaign global Intifada ataupun campaign global boycott. 
 
Sebagai masayarakat sipil haruslah membangunkan kesadaran publik bahwa dengan mendukung zionis Israel secara terbuka maka pada dasarnya kita juga bagian dari dukungan itu.
 
“Jadi selama ini kita hanya sebatas kampanye dulu untuk mendorong kesadaran publik. Kita memang belum keras, baik dengan masuk ke mal atau pun lainnya lalu barang – barang nya kita buang, tapi tidak seperti itu. Nanti dianggap juga melanggar hukum,” terang Mujtahid.
 
Tidak hanya itu dengan pejabat negara pernah dilakukan melalui audiensi dengan DPR lanjut Mujtahid, bagaimana memboikot dan mengeluarkan undang undang tidak melakukan bisnis dengan barang – barang zionis Israel. 
 
“Kesadaran pemerintah kan tidak sejauh itu, jadi saya melihat, betul Palestina menjadi bagian dari kampanye pemerintah tapi pada dasarnya belum ada keseriusannya,”  tandas nya.
 
Sebelumnya juga Voice of  Palestine telah menggelar beberapa kampanye Intifada yakni di Bandung, PT IKI, pesantren Al Fatah – Cilengsi dan rencananya akan menggelar kembali di Yogyakarta dan di luar negeri. 
 
Kampanye ini merupakan sebagai realisasi Deklarasi Jakarta Konferensi 100 Tahun Deklarasi Balfour yang telah dilakasanakan pada 7 - 8 Desember 2017 lalu.“Kita juga diundang dari luar negeri untuk kampanye Intifada ini, Insya Allah bulan Maret mendatang di Libanon,” pungkas Mujtahid.  
 
 


(romi)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats