Di Publish Pada Tanggal : Kamis, 04 Januari 2018 17:00 WIB

Gandeng Duta Kemanusiaan, Sahabat Palestina Memanggil Berhasil Menyalurkan Bantuan

Jakarta, HanTer - Sahabat Palestina MemanggiI (SPM) berhasII memberangkatkan Duta Kemanusiaan pada 17 Desember 2017 sampai dengan 24 Desember 2017 ke 3 negara perbatasan Palestina, yakni Turki, Lebanon dan Suriah. Sebanyak 15 orang yang terdiri dari musisi yakni Opick Tombo Ati dan Melly GoesIaw, dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yakni komunitas Tangan Di Atas (TDA), Lembaga AmiI Zakat (LAZ) Zakat Sukses, SSC, dan Jaringan SekoIah IsIam Terpadu (JSIT) Indonesia. 
 
Para Duta Kemanusiaan ini menyalurkan bantuan yang teIah terkumpul dari penggalangan donasi meIaIui konser-konser kemanusiaan bertajuk Palestina selama hampir S tahun dengan dipromotori oIeh Qupro Indonesia Dengan donasi sebesar USD 250,000, SPM membeIIkan bahan-bahan makanan (sembako) selimun, kasur, bantal, pemanas dan arang.
 
Pembina SPM Amrozi M Rais mengisahkan, sebelum para Duta Kemanusiaan berangkat ke Turki, di awali dengan berangkatnya 5 orang sebagai tIm advance pada Ahad (17/12/2017), untuk mempersiapkan segala kebutuhan yang diperlukan selama para Duta Kemanusiaan menjalankan 
misinya.
 
“Tugas tim advance adalah mempersiapkan penginapan, transportasi, acara dan penjemputan,” kata Amrozi, saat konferensi pers di RM AI-Jazeera, Jakarta Timur, Rabu (3/1/2018). 
 
Amrozi menjeIaskan, SPM tidak sendiri dalam penyaluran bantuan kemanusiaan ini. Pihaknya bekerjasama dengan ISM setempat yaitu Hayat Yolu, seIama menyalurkan bantuan tersebut. 
 
"Pada 18 Desember kami diajak oleh LSM rekanan kami, Hayat Yolu, ke sekoIah penghafa! ALQuran khusus pengungsi Palestina, bernama Iqro, IstanbuI bagian barat Iaut. SekoIah inI menampung anakanak PaIestina korban perang tahun 2008-2009, 2013 dan 2014.1umIah siswa-siswinya mencapai 185 orang,” tutur Amrozi. 
 
Di lqro ini, Opick dan Melly Goeslaw sempat menghibur dengan lagu~lagu religi di depan anak-anak pengungsi Palestina, saat pembagian hadiah bagi siswa-siswi yang paling banyak hafalannya dan berprestasi. 
 
Keesokan harinya, Ianjut Amrozi, Duta Kemanusiaan diajak ke tempat pengungsian Palestina yang berada di perbatasan Suriah -Turki, tepatnya di daerah Killis. Menurut Amrozi, kehadiran penyanyi religi Opic sangat membantu sekali khususnya pada saIah satu kesempatan yang dimana ada kejadian yang menarik terkait kehadiran Opick. 
 
”Ada pengalaman menarik saat kami ke kamp ini. Pihak Hayat Yolu sudah berka|i~kali rnenelepon LSM yang mengontrol dan memantau kamp pengungsi Suriah dan Palestina di Turki, bernama AFAD. 
 
Namun tidak direspon. Tapi ketika SPM dan Mas Opick datang Iangsung ke AFAD, tanpa banyak kata, mereka mengizinkan kami masuk ke kamp pengungsi. Bahkan direktur AFAD yang menerima delegasi SPM secara Iangsung. lni bukti bahwa seorang Opick sangat berkah dalam penyaluran dana ini,” ujar Amrozi.
 
Selama di Killis, para Duta Kemanusiaan rnembagika sembako kepada orang tua dan anak-anak pengungsi Palestina yang disaksikan langsung oleh otoritas kamp Palestina. 
 
Sore harinya, para Duta Kemanusiaan ini mendatangi rumah-rumah tak layak huni yang ditempati pengungsi Palestina di daerah Gaziantep, selatan Turki. Di daerah ini, tim membagikan sembako, selimut, kasur, bantal, pemanas darn arang. Warga Palestina di sini rata-rata adalah korban kekejaman rezim Bashar Asad. Rumah mereka hancur karena terkena born. 
 
Menurut catatan TV Aljazeera jumiah pengungsi Paiestina di Suriah berjumlah 446.925 jiwa, mereka tinggal di kamp 4. 
<amp pengungsi="" yarmuk,="" damaskus,="" idlib,="" aleppo="" dan="" daerah-daerah="" suriah="" lainnya.="" yang="" sekarang="" inf,="" tersebut="" menjadi="" daerah="" target="" sasaran="" militer="" bashar="" asad.="" 'sehingga="" mereka="" harus="" kabur="" menyelamatkan="" diri,="" anak="" harta="" dari="" kekejaman="" asad="" lan‘="" ke="" perbatasan-perbatasan="" turki.="" menurut="" catatan="" hayat="" yolu,="" jumlah="" palestina="" tinggal="" di="" killis="" gaziantep="" berjumlah="" sekitar="" 120.000="" jiwa,"="" tambah="" amrozi. 
Lebih jauh Amrozi mengemukakan, sesuai jadwal pihaknya akan berangkat ke Beirut, Lebanon untuk melanjutkan misi Duta Kemanusiaan berikutnya. Namun info yang didapatkan dari Hayat Yolu, hingga 20 Desember 2017 via yang diajukan belum juga mendapatkan respons dari pihak otorita Beirut. 
 
“Padahal sudah dua kali, pihak Hayat Yolu, mengajukan permohonan visa ini ke Pemerintah Lebanon. Pengurusan visa ini tergolong lama, karena satu bulan kami sudah mengajukan dan dalam proses. Info yang kami dapat dari pihak Hayat Yolu, bahwa alasan mereka menolak pengajuan paspor kami adalah jumlah duta kemanusiaan yang terlalu besar dan dari sisi keamanan. Karena Beirut dan kota-kota besar Iainnya di Lebanon, dalam kendali Hizbullah. Lobi demi lobi kami usahakan, namun berujung kegagalan. Termasuk kami meiobi KBR! di Beirut, itupun gagal,’ ungkap Amrozi. 
 
Dari hasil musyawarah, Amrozi mengungkapkan, pihaknya akan mengganti kegagalan kunjungannya ke Beirut, dengan membelikan 2 unit mobil ambuians. Rencananya, penyaiuran mobil ambulans ini akan dilakukan pada Marat 2018 mendatang. 
 
‘Menurut rencana di Lebanon, kami akan mendatangi kamp pengungsi Sabra Shatila, Aen Helwa dan Lebanon Selatan. Jumlab pengungsi Paiestina di Lebanon mencapai angka 411.005 jiwa (TV Alia zeera). Tapi walau tim tidak bisa membersamai bantuan secara langsung yang nanti akan dibagikan ke pengungsi di Beirut, pihak Hayat Yolu meyakinkan bahwa sisa bantuan itu akan disalurkan langsung ke Beirut, Gaza dan kota Al-Quds melaiui tim mereka. Dan rencananya, pada akhir Januari mendatang pihak Hayat Yolu, akan datang dan memberikan laporan detaii penyaluran. Baik yang ada di Lebanon, Gaza dan kota al-Quds kepada SPM,” papar Amrozi. 
 
SPM, masih kata Amrozi, menyampaikan banyak terimakasih kepada rakyat Indonesia yang teiah mempercayakan SPM untuk menyaiurkan infaknya kepada rakyat Paiestina. Selain itu, juga kepada para Duta Kemanusiaan dan seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyaiuran. 
 
"Juga kepada mas Opick, teh Melly, TDA, Zakat Sukses, SSC, JSIT Indonesia dan seiuruh donatur yang mempercayakan kepada kami sebagai Lembaga penyaiur dana kemanusiaan untuk rakyat Palestina. Ucapan terima kasih kami sampaikan pula kepada Qupro Indonesia yang selama ini mendampingi kami daiam haI-hal tennis dan supporting di iapangan. Juga kepada media massa, baik cetak, online dan eiektronik yang seiama ini meiiput kegiatan karni di pengungsian dan tanah air. Sekali lagi, atas nama SPM, kami ucapkan terima kasih dan salam hormat dari rakyat Paiestina untuk saudara tuanya, bangsa Indonesia,” pungkas Amrozi.
 
 

 

 

 


(Romi)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats