Di Publish Pada Tanggal : Rabu, 29 November 2017 21:55 WIB

Korut Lakukan Ujicoba Peluncuran ICBM Hwasong-15

Seoul, HanTer - Korea Utara mengklaim bahwa pihaknya berhasil menguji rudal balistik antarbenua baru pada Rabu (29/11/2017), dikatakannya sebuah "terobosan" yang menempatkan daratan Amerika Serikat dalam jangkauan senjata nuklirnya, di mana hulu ledaknya dapat menahan masuk kembali ke atmosfer bumi.
 
Uji coba rudal pertama Korea Utara sejak pertengahan September terjadi seminggu setelah Presiden AS Donald Trump menempatkan Korea Utara kembali ke daftar negara-negara yang dikatakannya mendukung terorisme, yang memungkinkannya menjatuhkan sanksi lebih banyak lagi.
 
Korea Utara, yang juga melakukan uji coba nuklir keenam dan terbesar pada bulan September, telah menguji puluhan rudal balistik di bawah kepemimpinan Kim Jong Un, yang menentang sanksi internasional. 
 
Korea Utara mengatakan rudal baru mencapai ketinggian sekitar 4.475 km (2.780 mil) atau lebih dari 10 kali ketinggian Stasiun Luar Angkasa Internasional dan terbang sejauh 950 km (590 mil) selama penerbangan 53 menit. Itu menjadikan terlama dan terpanjang yang pernah diterbangkan, setelah mendarat di laut dekat Jepang.
 
"Setelah menyaksikan peluncuran sukses dari tipe baru ICBM Hwasong-15, Kim Jong Un menyatakan dengan bangga bahwa sekarang kita akhirnya menyadari penyebab historis yang hebat dalam menyelesaikan kekuatan nuklir negara, penyebab membangun kekuatan roket," menurut sebuah pernyataan dibacakan oleh seorang presenter televisi.
 
Media pemerintah mengatakan rudal diluncurkan dari kendaraan yang baru dikembangkan dan hulu ledak bisa menahan tekanan untuk masuk kembali ke atmosfer. Kim secara pribadi memimpin uji coba rudal tersebut dan mengatakan bahwa peluncur baru itu "tidak sempurna", kata media pemerintah. Dia menggambarkan kendaraan baru itu sebagai "terobosan".
 
Korea Utara juga menggambarkan dirinya sebagai "kekuatan nuklir yang bertanggung jawab", dengan mengatakan bahwa senjata strategisnya dikembangkan untuk mempertahankan diri dari "kebijakan pemerasan nuklir oleh imperialis AS dan ancaman nuklirnya".
 
Meski demikian, banyak ahli nuklir mengatakan Korea Utara belum membuktikan bahwa pihaknya telah menguasai semua rintangan teknis, termasuk kemampuan untuk mengirimkan hulu ledak nuklir yang andal di atas ICBM, namun kemungkinan akan segera terjadi.
 
"Kita tidak harus menyukainya, tapi kita harus belajar untuk hidup dengan kemampuan Korea Utara untuk menargetkan Amerika Serikat dengan senjata nuklir," kata Jeffrey Lewis, kepala Program Nonproliferasi Asia Timur di Middlebury Institute Studi Strategis. 


(Hermansyah)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats