Di Publish Pada Tanggal : Senin, 20 November 2017 00:44 WIB

China Minta Bangladesh dan Myanmar Selesaikan Kriris Rohingya

Dhaka, HanTer - China menaruh perhatian besar terhadap krisis yang dialami etnis Rohingnya. Salah satu negara raksasa di Asia itu meminta Myanmar, yang menjadi negara asal etnis Rohingya dan Bangladesh yang menjadi tujuan pelarian mayoritas etnis Muslim Rohingya, untuk menyelesaikan krisis ini dengan “cara yang benar”.
 
Hal ini diungkapkan Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, saat mengunjungi Dhaka, Bangladesh, akhir pekan lalu. Menurut Yi, pihaknya bersedia membantu Bangladesh dan Myanmar menyelesaikan masalah Rohingya dengan benar.
 
Berbicara kepada pers, Yi mengatakan, bahwa krisis di Myanmar telah menyebar ke Bangladesh dan membawa beban untuk negara itu. Namun menurutnya, Bangladesh telah berhasil memberikan bantuan kemanusiaan kepada etnis Rohingya yang telah melintasi perbatasan dan masuk ke wilayah Bangladesh.
 
Mengomentari tentang langkah yang diambil oleh otoritas Bangladesh, Yi mengatakan, China telah memberikan bantuan darurat kemanusiaan ke Bangladesh tepat waktu dan bersedia melakukannya lagi jika diperlukan.
 
Yi berharap agar Myanmar berkonsultasi dengan Bangladesh mengenai bagaimana menyelesaikan masalah Rohingya sesegera mungkin. “China merasa senang bahwa Bangladesh dan Myanmar telah saling berinteraksi dalam masalah ini dan bahwa sebuah kesepakatan untuk mengembalikan orang Rohingya di Bangladesh akan tercapai,” kata Yi, seperti dikutip dari Xinhua.
 
China berpandangan, isu Rohingya hanya dapat diselesaikan dengan benar melalui konsultasi antara Bangladesh dan Myanmar. “Hanya dengan cara ini kesepakatan tersebut diterima oleh pihak-pihak yang berkepentingan dan berkelanjutan,” ujar Yi.
 
Ia juga menyatakan, masyarakat internasional termasuk PBB harus menciptakan suasana yang baik untuk konsultasi antara Bangladesh dan Myanmar. “Isu Rohingya adalah hal yang rumit yang menyentuh sejarah, etnisitas dan agama, sehingga membutuhkan solusi komprehensif,” lanjutnya.
 
Ia menekankan, kemiskinan adalah akar penyebab turbulensi dan konflik. Karenanya, Yi pun meminta masyarakat internasional untuk lebih memperhatikan dan mendukung pengentasan kemiskinan dan pembangunan di negara bagian Rakhine di Myanmar. 


(Hermansyah)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats