Di Publish Pada Tanggal : Senin, 20 November 2017 02:01 WIB

Hariri Janji Pulang Kampung ke Lebanon pada 22 November

Paris, HanTer - Perdana Menteri Lebanon yang telah mengajukan pengunduran diri, Saad Hariri, berjanji akan kembali ke negaranya pada 22 November mendatang. Momen itu bertepatan dengan hari kemerdekaan Lebanon yang ke-74.
 
Pernyataan ini dilontarkan Hariri setelah pertemuan dan makan siang bersama Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Elysee. Hariri tiba di Paris bersama istrinya, Lara, pada Sabtu (18/11) pagi dari ibu kota Arab Saudi, Riyadh.
 
"Saya akan pergi ke Beirut dalam beberapa hari mendatang. Saya akan berpartisipasi dalam perayaan kemerdekaan kami, dan saya akan tahu posisi saya pada semua subyek setelah bertemu dengan Presiden Michel Aoun," kata Hariri seperti yang dikutip oleh saluran televisi Prancis, TV BFMTV.
 
Keinginan Hariri untuk kembali ke negaranya itu direspon oleh Kantor Kepresidenan Lebanon. "Hariri menghubungi Aoun untuk memastikan bahwa dia akan kembali ke negara tersebut pada 22 November, tak lama setelah Perdana Menteri tiba di Paris dari Riyadh," kata sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh kantor media Presiden Lebanon.
 
Hariri sudah sekitar dua pekan mengumumkan pengunduran dirinya, yang ia lontarkan saat tengah berada di Arab Saudi. Alasan utama pengunduran diri itu adalah karena Hariri mengaku ada upaya pembunuhan atas dirinya. Namun, Presiden Aoun menolak pengunduran diri Hariri tersebut.
 
Pengunduran diri yang diumumkan Hariri dalam sebuah pidato di televisi yang disiarkan dari Riyadh telah menimbulkan beragam spekulasi. Bahkan, Presiden Aoun menuding pemerintah Arab Saudi telah "menahan" Hariri dan tak membiarkannya pergi meninggalkan Riyadh.
 
Hariri sendiri sempat menyatakan lewat akun Twitter-nya, bahwa "keberadannya di Riyadh adalah untuk konsultasi mengenai masa depan Lebanon dan hubungannya dengan negara-negara Arab. Hariri juga membantah bahwa pemerintah Arab Saudi telah “menahannya”.
 
Hariri menyalahkan kelompok Hizbullah yang didukung Iran sebagai salah satu faktor pengunduran dirinya. Ayah Hariri, almarhum Perdana Menteri Rafik al-Hariri, tewas dalam sebuah serangan bom truk di Beirut pada tahun 2005. Hingga kini, kasus tersebut masih dalam penyelidikan. 


(Hermansyah)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats