Di Publish Pada Tanggal : Selasa, 31 Oktober 2017 19:48 WIB

Dikhawatirkan 200 Orang Pekerja Nuklir Korut Tewas

Tokyo, HanTer - Sebuah laporan mengatakan jika Lebih dari 200 orang dikhawatirkan telah kehilangan nyawa mereka setelah sebuah terowongan runtuh di lokasi uji coba nuklir Korea Utara awal bulan lalu.
 
Jaringan televisi Jepang Asahi pada hari Selasa (31/10/2017), sekitar 100 pekerja dikhawatirkan tewas setelah terowongan tersebut masuk ke fasilitas uji nuklir Punggye-ri, yang berbasis di bawah gunung Mantap setinggi 2.200 meter di timur laut utara Korea.
 
Insiden tersebut terjadi awal bulan lalu, beberapa hari setelah Pyongyang melakukan uji coba nuklir terbesar dan terakhir, sebuah bom hidrogen, pada tanggal 3 September, ia menambahkan, mengutip sumber-sumber Korea Utara yang tidak disebutkan namanya.
 
Tak lama setelah kejadian pertama, puluhan orang lainnya juga dikhawatirkan tewas dalam keruntuhan terowongan lain selama operasi penyelamatan di tempat yang sama, sehingga lebih dari 200 orang dikhawatirkan tewas total, penyiar Jepang tersebut selanjutnya mengatakan bahwa kecelakaan tragis tersebut terjadi dipicu oleh peledakan nuklir.
 
Bom hidrogen, menurut penilaian yang dilakukan oleh para ahli Jepang, delapan kali lebih kuat daripada Little Boy, sebuah bom jenis uranium yang diledakkan di Hiroshima pada tahun 1945.
 
Sebuah laporan mengatakan bahwa Gunung Mantap Korea Utara dapat runtuh karena uji coba nuklir berulang di bagian bawahnya.
 
Awal bulan ini, The Washington Post menerbitkan sebuah laporan bahwa Gunung Mantap tampaknya telah mengalami kerusakan geologi yang serius, yang dikenal sebagai "sindrom gunung yang lelah," yang pada akhirnya dapat menyebabkan puncaknya runtuh, seluruhnya atau sebagian.
 
Ahli geologi China telah memperingatkan bahwa ledakan lebih lanjut pada akhirnya bisa membuat gunung runtuh sepenuhnya, melepaskan radiasi.
 
Pyongyang telah mengatakan sedang mempertimbangkan untuk menguji bom hidrogen di atas Samudera Pasifik sebagai tanggapan terhadap Washington yang meningkatkan sanksi ekonomi terhadap negara tersebut.
 
Korea Utara mendapat tekanan internasional atas program rudal dan nuklir militernya dan telah dikenai sanksi oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa. Namun, Pyongyang mengatakan bahwa pihaknya perlu melanjutkan dan mengembangkan program tersebut sebagai penghalang terhadap permusuhan oleh AS dan sekutu regionalnya, termasuk Korea Selatan dan Jepang. 


(Hermansyah)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats