Di Publish Pada Tanggal : Selasa, 31 Oktober 2017 19:25 WIB

Shamkhani : Program Rudal Iran Tak Bisa Ditawar

Teheran, HanTer - Pejabat senior Iran mengatakan bahwa masalah pertahanan negara, termasuk program rudalnya, sama sekali tidak bisa ditawar. Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran (SNSC) Ali Shamkhani bahwa Republik Islam tidak akan pernah menegosiasikan kembali ketentuan nuklir tersebut, yang dikenal sebagai Rencana Aksi Komprehensif Bersama (Joint Comprehensive Plan of Action / JCPOA), dicapai antara Iran dan P5 1 kelompok negara lebih dari dua tahun yang lalu.
 
"Pada isu defensif, kami tidak akan melakukan negosiasi ulang dalam kondisi apapun. Republik Islam Iran telah membuktikan bahwa dia mematuhi perjanjian tersebut dan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) juga telah mengkonfirmasikannya delapan kali," kata Ali Shamkhani, Selasa (31/10/2017).
 
Dia juga menekankan bahwa Iran akan terus memiliki kekuatan untuk memenuhi kebutuhannya di sektor pertahanan melalui kemampuan domestiknya.
Shamkhani menunjuk pada perpanjangan Undang-undang Penyelesaian Amerika Serikat melalui Sanksi (CAATSA) dan mengatakan bahwa pembatasan tersebut tidak akan berpengaruh pada tindakan fundamental negara Iran untuk mempertahankan identitas dan integritas nasionalnya.
 
Pada tanggal 2 Agustus, Presiden AS Donald Trump menandatangani undang-undang CAATSA dan memberlakukan sanksi baru terhadap Iran atas uji misilnya.
 
Presiden AS menyampaikan sebuah pidato anti-Iran pada 13 Oktober, di mana dia mengatakan bahwa dia tidak akan terus memastikan kepatuhan Iran terhadap persyaratan JCPOA, yang berada di bawah pendahulunya Barack Obama, dan memperingatkan bahwa pada akhirnya dia dapat mengakhiri kesepakatan tersebut.
 
Kongres AS sekarang memiliki waktu kurang dari 60 hari untuk memutuskan apakah akan mengajukan kembali sanksi ekonomi kepada Teheran yang dicabut berdasarkan kesepakatan nuklir.
 
Pihak lain yang menyetujui kesepakatan tersebut - Inggris, Jerman, Prancis, Rusia, China dan Uni Eropa - telah menegaskan kembali komitmen mereka terhadap hal tersebut dan mendesak Amerika Serikat untuk tidak mundur. 


(Hermansyah)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats