Di Publish Pada Tanggal : Senin, 30 Oktober 2017 23:26 WIB

Kebijakan Baru AS Ancaman Serius bagi Iran

Teheran, HanTer - Kepala Staf Militer Iran Mayor Jenderal Mohammad Baqeri mengatakan bahwa sebuah kebijakan baru yang diumumkan oleh administrasi Trump adalah "ancaman serius" yang ditujukan untuk menggulingkan Republik Islam tersebut.
 
"Setelah berbulan-bulan, Amerika telah menghasilkan sebuah strategi yang dapat membuat negara kita atau negara-negara merdeka dalam masalah. Tujuan utama Amerika dalam merumuskan strategi baru adalah menggulingkan Republik Islam, yang telah diumumkan oleh Sekretaris Negara AS dalam beberapa hari ini," katanya dalam sebuah konferensi nasional mengenai pertahanan sipil di Teheran, Senin (30/10/2017).
 
Iran mengeluh kepada PBB bulan ini setelah Rex Tillerson mengatakan bahwa kebijakan AS bertujuan untuk mendukung elemen-elemen di dalam Iran yang akan mengarah pada transisi damai pemerintah tersebut.
 
Pada tanggal 2 Agustus, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menandatangani undang-undang tentang Undang-Undang Penyangkalan Amerika Serikat melalui Sanksi (CAATSA) dan memberlakukan sanksi baru terhadap Iran atas uji misilnya.
 
Awal bulan ini, Trump menolak untuk mengesahkan kesepakatan nuklir 2015 dengan Teheran, mengemukakan masalah tersebut ke Kongres dengan ancaman untuk menarik AS dari Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) jika sanksi baru tidak diterapkan di negara tersebut.
 
Baqeri mengatakan, "Metode orang Amerika adalah menggunakan semua cara yang mungkin, dan dalam hal ini, mereka telah menempatkan perang militer dan cara yang sulit di bagian bawah daftar dan penerapan sanksi ekonomi dan penghinaan kehidupan di kepala mereka yang baru berupaancaman."
 
"Dalam hal instrumen, orang Amerika telah menghasilkan beberapa gagasan. Di masa lalu, kita telah menyaksikan adopsi undang-undang di Amerika Serikat, seperti CAATSA," katanya.
 
"Tujuan di balik penerapan undang-undang ini adalah untuk menciptakan jurang antara orang-orang dan pendirian di Iran dan untuk menempatkan kita di persimpangan jalan di mana kita harus memilih antara mempertahankan kehormatan dan martabat kita bersama dengan kesulitan ekonomi atau menerima penghinaan dan penghancuran ditambah Amerika berjanji untuk mengurangi kendala." 


(Hermansyah)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats