Di Publish Pada Tanggal : Sabtu, 28 Oktober 2017 22:49 WIB

Tiga Serangan Bom Tewaskan 18 Orang di Ibukota Somalia

Mogadishu, HanTer - Tiga serangan bom bersamaan dengan tembakan sporadis, telah menewaskan setidaknya 18 orang dan melukai 11 lainnya di ibukota Somalia, Mogadishu. Ledakan bom mobil pertama terjadi di luar hotel Nasa-Hablod, dekat dengan istana kepresidenan, pada Sabtu (28/10/2017).
 
Beberapa menit kemudian, tembakan terdengar dari dalam hotel, diikuti oleh ledakan bom mobil lain yang dekat dengan bekas gedung parlemen tersebut. Seorang perwira senior polisi Somalia, seorang mantan anggota parlemen dan warga sipil termasuk di antara mereka yang terbunuh dalam dua ledakan tersebut. Sebuah ledakan ketiga juga terdengar setelah seorang penyerang meledakkan rompi peledaknya.
 
Kelompok teroris al-Shabab Takfiri segera mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut, dengan mengatakan militannya berada di dalam hotel.
 
Saat malam tiba, tembakan sporadis masih terdengar di sekitar hotel, yang sering dikunjungi oleh politisi dan banyak elite Somalia. Serupa dengan serangan al-Shabab sebelumnya, para saksi mengatakan militan menyamar dengan mengenakan seragam militer.
 
Sebelummya pada 14 Oktober lalu, sebuah pemboman truk di Mogadishu menewaskan hampir 360 orang, dan menyebabkan ratusan orang terluka. Hampir semua yang tewas dalam pemboman tersebut adalah warga sipil.
 
Setelah pemboman truk tersebut, Presiden Somalia Mohamed Abdullahi Mohamed mengunjungi negara-negara regional untuk mencari lebih banyak dukungan untuk perang melawan al-Shabab, dengan mengatakan "keadaan perang".
 
Pasukan Uni Afrika multinasional beranggota 22.000 di Somalia diperkirakan akan menarik dan menyerahkan keamanan negara tersebut kepada militer Somalia pada akhir tahun 2020.
 
Pasukan pemerintah telah memerangi al-Shabab sejak 2006. Gerilyawan menguasai Mogadishu antara 2007 dan 2011, saat mereka diusir dari ibukota dengan bantuan pasukan Uni Afrika. Sebuah periode ketenangan relatif dimulai di Mogadishu sesudahnya. Namun, sejak bulan lalu, kelompok tersebut tampaknya sudah mulai melanjutkan serangannya di ibukota.
 
Kelompok ekstremis hanyalah salah satu tantangan yang dihadapi pemerintah Somalia yang baru, yang masih berjuang untuk memperluas kewenangannya di luar ibukota dan daerah-daerah pilihan lainnya.


(Hermansyah)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats