Di Publish Pada Tanggal : Jumat, 27 Oktober 2017 02:57 WIB

Analis: May Tak akan Pernah Kritik Israel

Palestina, HanTer - Perdana Menteri Inggris Theresa May berutang pekerjaannya pada rezim Zionis dan itulah mengapa dia bangga dengan peran Inggris dalam membangun rezim di wilayah Palestina yang diduduki, kata seorang analis.
 
"Dia [May] tidak akan pernah mengkritik Israel dengan cara yang berarti dan dia selalu mendukung Israel sepenuhnya atas kerugian orang-orang Palestina, meski sambil menangis dengan air mata buaya atas apa yang terjadi pada orang-orang Palestina," kata Paul Larudee kepada Press TV, Kamis (26/10/2017).
 
"Dia dan para pengikutnya berutang dalam ukuran besar kepada Israel dan oleh karena itu Israel dapat mengatakan bahwa pihaknya bangga menciptakan Theresa May," sambung aktivis Gerakan Bebas Palestina tersebut.
 
Sebelumnya May mengatakan kepada House of Commons pada hari Rabu bahwa Inggris "bangga" akan peran yang dimainkannya dalam penciptaan negara Israel. "Kami pasti akan menandai seratus tahun dengan bangga," kata Perdana Menteri Inggris Theresa May.
 
"Kita juga harus sadar akan sensitivitas yang dimiliki beberapa orang tentang Deklarasi Balfour. Kami menyadari bahwa ada lebih banyak pekerjaan yang harus dilakukan," tambahnya.
 
Memperkuat dukungannya untuk solusi dua negara yang dinegosiasikan untuk konflik Israel-Palestina, dalam kesempatan itu May mengingatkan DPR bahwa betapa pentingnya semua berkomitmen untuk memastikan bahwa kita dapat memberikan keamanan, stabilitas dan keadilan bagi orang Israel dan Palestina melalui suatu kekekalan perdamaian.
 
Komentar Perdana Menteri diikuti oleh debat MP di Westminster Hall tentang Deklarasi Balfour - yang diselenggarakan oleh MP Konservatif Dr Matthew Offord. Berbicara dalam debat tersebut, Kementerian Luar Negeri dan Menteri Pembangunan Internasional Alistair Burt mengatakan bahwa Israel adalah mitra Inggris, menambahkan bahwa Inggris memiliki "bisnis yang belum selesai" sampai perdamaian yang berkelanjutan tercapai.
 
Dia menekankan bahwa tujuan pemerintah Inggris adalah solusi dua negara yang didasarkan pada perbatasan tahun 1967 dengan kesepakatan pertukaran lahan, dan Yerusalem sebagai modal bersama. 


(Hermansyah)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats