Di Publish Pada Tanggal : Selasa, 03 Oktober 2017 15:09 WIB

Hilangnya Kata Terorisme dalam Kasus Penembakan di Las Vegas

Jakarta, HanTer - Salah satu perdebatan penting yang mencuat di media sosial setelah terungkapnya identitas pelaku adalah aksi Stephen Paddock itu tindakan lone wolf dan bukan serangan terorisme. Benarkah ini soal warna kulit dan agama?
 
Stephen Paddock, seorang bekas akuntan kaya berusia 64 tahun yang tinggal di Mesquite, Negara Bagian Nevada, melepas tembakan bertubi-tubi ke arah kerumunan penonton konser yang saat itu sedang menampilkan penyanyi musik country, Jason Aldean.
 
Polisi sudah menyebut Stephen Paddock sebagai pria yang membunuh sedikitnya 59 orang dan melukai 515 lainnya di konser terbuka di Las Vegas, Minggu (01/10) malam itu, dan sebelumnya tidak memiliki catatan kriminal.
 
Aksi penembakan ini sudah disebut sebagai insiden penembakan yang paling buruk dalam sejarah modern Amerika Serikat.
 
Biro penyidik federal Amerika Serikat juga sudah menyingkirkan kemungkinan kaitannya dengan terorisme internasional walau ada klaim dari kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS. Menurut polisi Paddock adalah seorang lone wolf atau melakukan serangan berdasarkan prakarsa sendiri.
 
Seorang pejabat mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa pria penembak tersebut memiliki sejarah masalah psikologis.
 
Namun di media sosial, terutama Twitter, perdebatan kuat pun mencuat tentang apa yang dianggap oleh pengguna media sosial tersebut sebagai keengganan aparat penegak hukum untuk menetapkan Stephen Paddock sebagai teroris dan tidak menyebut serangan yang dilakukannya sebagai aksi terorisme.
Salah satu cuitan yang paling banyak disebarkan adalah dari sutradara Selma, Ava DuVernay, yang mengatakan, "Lone wolf. Penembak lokal. Pria bersenjata. Apapun dan semuanya, Namun bukan teroris. Entah kenapa." Cuitan Ava DuVernay tersebut di-retweet sampai 50.000 kali.
 
DuVernay bukan satu-satunya yang mempertanyakan status Paddock yang tidak digolongkan sebagai teroris.
 
Anggota kelompok musik pop Fifth Harmony, Lauren Jauregui, juga mempertanyakan hal yang sama, namun menyampaikannya dengan lebih gamblang. Cuitannya tersebut di-retweet sampai 16.000 kali. ''Kenapa dia bukan teroris kenapa lone wolf'' dia sudah membunuh lebih dari 50 orang dan melukai hampir 500... ohhh! Karena dia bukan orang berkulit cokelat kan? Saya paham."
 
Absennya kata teroris dalam mengacu pada apa yang dilakukan oleh Paddock juga disampaikan oleh Gigi Hadid, seorang model keturunan Palestina-Belanda-Amerika.
 
"Ini bukan penembakan pertama, dan bukan kematian yang pertama. Terlepas dari itu dia seorang teroris. Salahkan dia, bukan hanya aturan hukum soal senjata."
 
Penulis Bangladesh Taslima Nasreen juga mempertanyakan, "pria yang meneror 22.000 orang, membunuh dan melukai ratusan orang, dia tidak disebut teroris! apa perlu jadi orang islam untuk mendapat sebutan itu?"
 
Pengguna media sosial lain, Ben Lehwald, mengatakan, "bisa membunuh 58 orang dan belum disebut teroris? jika (pelakunya) ini adalah seorang penganut Islam, itu hal pertama yang mereka tanyakan."
Presiden Trump pun dalam pernyataan resminya mengutuk aksi penembakan di Las Vegas mengatakan ini adalah setan sejati, dan tidak menggunakan kata terorisme atau teror domestik.
 
Namun benarkah penyebutan Stephen Paddock sebagai 'lone wolf' terkait soal agama dan warna kulit?
Ada pengguna media sosial lain yang ikut memberi penjelasan, seperti kata pengguna catskilldelta1, "Definisi seorang teroris adalah menggunakan kekerasan terhadap warga sipil untuk mencapai tujuan politis. Sampai fakta-faktanya lengkap, ini bukan aksi terorisme, tapi tindakan kriminal. Jika faktanya salah, maka harap saya dikoreksi."
 
Beberapa media utama di AS, seperti New York Times, Washington Post, NPR, dan situs Vox, juga menyoroti adanya perdebatan soal apakah aksi penembakan Las Vegas ini tergolong terorisme. Dan hampir semuanya sampai pada kesimpulan bahwa untuk bisa disebut terorisme, suatu tindak kriminal harus memenuhi unsur-unsur hukum tertentu.
 
Definisi terorisme domestik, menurut Patriot Act atau undang-undang terorisme AS, terorisme domestik adalah upaya untuk "mengintimidasi atau memaksa warga sipil; mempengaruhi kebijakan pemerintah dengan intimidasi atau tekanan; atau untuk mempengaruhi tindakan pemerintah dengan melakukan penghancuran massal, pembunuhan atau penculikan."
 
Penembakan di klub malam Pulse di Orlando digolongkan ke aksi terorisme domestik karena pelakunya, Omar Mateen, menyatakan kesetiaannya kepada kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS.
 
Dan agar bisa dikenai tuduhan terorisme, seseorang harus bertindak mewakili satu dari sekitar 60 kelompok yang digolongkan sebagai organisasi teror oleh Kementerian Luar Negeri AS, dan ini termasuk kelompok-kelompok seperti ISIS dan Al-Qaida.
 
Tanpa keterkaitan dengan kelompok-kelompok teror itu dan tanpa mengetahui motifnya melakukan penembakan, maka akan sulit untuk menentukan apakah penembakan ini merupakan aksi terorisme.
Mungkin memang benar bahwa di media sosial tengah terjadi perdebatan antara terorisme sebagai interpretasi subjektif dan terorisme sebagai istilah hukum.
 
Namun tetap saja orang bertanya mengapa dalam serangan-serangan yang terjadi di Eropa, seperti berbagai aksi di Paris, Barcelona, atau London, kesimpulan bahwa aksi-aksi tersebut terkait terorisme datang dengan cepat, dan sering dikonfirmasi dengan relatif cepat pula.
 


(BBC)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats