Di Publish Pada Tanggal : Minggu, 10 September 2017 22:21 WIB

Analis: Krisis Rohingya Bangkitkan Ketegangan Etnis di Kawasan

Astana, HanTer - Presiden Iran Hassan Rouhani telah mendesak semua umat Islam untuk tetap bersatu dalam menghadapi krisis yang dihadapi dunia Islam.
 
Menghadiri sebuah konferensi Organisasi Kerjasama Islam di Kazakhstan, Rouhani mengatakan bahwa kekejaman Israel terhadap orang-orang Palestina dan tindakan keras Myanmar terhadap komunitas Rohingya merupakan tantangan utama yang membuat solidaritas Muslim menjadi sebuah kebutuhan. Dia juga menambahkan bahwa umat Islam harus melakukan upaya kolektif untuk membangun dunia yang bebas dari perang dan kekerasan.
 
Johnny Miller, seorang komentator politik, memuji ucapan Hassan Rouhani. Ia mengatakan bahwa persatuan di kalangan umat Islam adalah satu-satunya hal yang dapat memaksa pemerintah di Myanmar untuk menghentikan kekerasan yang terus berlanjut terhadap Muslim Rohingya.
 
"Itu mungkin satu-satunya hal yang bisa membantu kaum Rohingya saat ini. Apa yang telah kita lihat dari pemerintah Myanmar secara harfiah adalah kebijakan bumi hangus. Dari citra satelit kita telah melihat seluruh desa benar-benar terbakar habis.
 
"Jadi, dibutuhkan banyak solidaritas internasional ditambah dukungan dari negara-negara Muslim juga, karena sejujurnya militer Burma (Myanmar) yang didukung oleh pandangan banyak orang Burma tidak akan berhenti melakukan tindakan keras dalam waktu dekat," tambah Miller.
 
Dia selanjutnya menyebut gejolak di Myanmar sebagai "krisis internasional yang besar" yang akan meluas ke negara-negara lain di kawasan ini dalam waktu dekat dan memicu konflik etnis, menambahkan bahwa masyarakat internasional seharusnya tidak mengharapkan Bangladesh, yang sudah menjadi negara dengan jumlah penduduk yang berlebihan, untuk memudahkan gejolak dengan menampung para pengungsi.


(Hermansyah)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats