Di Publish Pada Tanggal : Sabtu, 12 Agustus 2017 22:59 WIB

Senator Sasse: Kongres tidak Mengizinkan Perang di Venezuela

Washington, HanTer - Seorang senator Republik Amerika Serikat mengatakan bahwa Kongres akan jelas tidak memberi wewenang perang melawan Venezuela setelah Presiden Donald Trump mengancam negara Amerika Selatan yang dilanda krisis tersebut dengan sebuah tindakan militer.
 
Senator Ben Sasse mengkritik Trump pada Jumat malam atas ucapan presiden yang dibuat di awal hari di New Jersey. Trump mengatakan kepada wartawan bahwa dia tidak akan mengesampingkan "kemungkinan pilihan militer" di Venezuela, yang telah lama bergulat dengan krisis politik dan ekonomi. "Tidak. Kongres jelas tidak mengizinkan perang di Venezuela," kata Sasse dalam sebuah pernyataan.
 
Senator dari negara bagian Nebraska, AS, yang merupakan anggota Komite Angkatan Bersenjata Senat, mengatakan, "Kongres tidak memilih untuk menumpahkan darah orang-orang Edinburg berdasarkan siapa yang dilecehkan oleh eksekutif saat ini."
 
Trump, yang telah berjanji untuk "terus mengambil tindakan keras dan kuat terhadap arsitek otoritarianisme di Venezuela," mengatakan dalam sebuah pernyataan baru-baru ini bahwa Washington memiliki "banyak pilihan untuk Venezuela, termasuk opsi militer yang mungkin jika perlu."
 
Dia sebelumnya menuduh Presiden Venezuela Nicolas Maduro sebagai seorang "diktator," karena mengadakan pemilihan nasional untuk memilih anggota Majelis Konstituante, dengan kekuatan untuk menulis ulang konstitusi nasional.
 
Namun, dia tidak menjelaskan apakah pasukan AS akan memimpin usaha militer di negara Amerika Selatan tersebut, dengan mengatakan: "Kami tidak membicarakannya. Tapi operasi militer, opsi militer tentu sesuatu yang bisa kita kejar," ancamnya.
 
Pentagon, sementara itu, mengeluarkan sebuah pernyataan yang mengatakan bahwa mereka belum menerima perintah baru mengenai Venezuela. "Pentagon tidak menerima perintah," kata juru bicara Pentagon Eric Pahon.
 
Disisi lain, Menteri Pertahanan Venezuela Vladimir Padrino mencap ancaman Trump sebagai "tindakan gila," pada hari Jumat. Negara ini telah menjadi lokasi demonstrasi mematikan melawan pemerintah Maduro selama empat bulan terakhir. Lebih dari 120 orang telah terbunuh dan ribuan ditangkap sejauh ini.
 
Washington menyalahkan Maduro atas kekerasan tersebut dan telah mendesak pemerintah regional dan internasional untuk mengambil tindakan tegas terhadap pemerintahannya. Maduro, bagaimanapun, mengatakan bahwa AS dan sekutunya di kawasan tersebut menghasut kekerasan untuk menjatuhkan pemerintahannya.


(Hermansyah)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats