Di Publish Pada Tanggal : Sabtu, 12 Agustus 2017 22:20 WIB

Erdogan: Hubungan Ankara-Berlin Membaik Pasca Pemilu Jerman

Isparta. HanTer - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan telah meramalkan bahwa hubungan negaranya yang tegang dengan Berlin akan membaik setelah pemilihan parlemen Jerman pada bulan September mendatang. Jerman akan mengadakan pemilihan parlemen pada 24 September, dengan Kanselir Angela Merkel mencalonkan diri untuk masa jabatan keempat.
 
Hubungan Jerman-Turki telah tegang selama setahun terakhir sejak usaha kudeta Juli 2016 di Turki dan tindakan keras Ankara terhadap oposisi sejak saat itu. Turki marah terhadap Jerman karena memberikan suaka kepada petugas Turki mengatakan berada di balik kudeta yang gagal tersebut.
 
Ankara juga telah mealontarkan tuduhan terhadap Berlin karena memberi perlindungan kepada militan Kurdi yang dilarang dan membiarkan simpatisan mereka melakukan demonstrasi anti-Turki di seluruh Jerman.
 
Berlin, pada bagiannya, telah memperkuat pendiriannya ke Ankara menyusul penangkapan 22 warga Jerman yang telah ditahan dalam tindakan keras berikutnya. Sembilan dari mereka masih dipenjara, termasuk wartawan baru-baru ini dipenjara Deniz Yucel dan Mesale Tolu.
 
Kritik dari Eropa adalah tentang politik internal mereka. Prancis dan Austria melakukan ini sebelumnya, kita melihat bahwa Jerman mengikuti strategi yang sama, saya percaya bahwa situasi ini akan membaik setelah pemilihan," kata Erdogan dalam pidato di televisi di kota Isparta, baratlaut, Sabtu (12/8/2017).
 
Perselisihan tersebut meningkat setelah Turki menolak mengizinkan anggota parlemen Jerman untuk mengunjungi personil militer di Pangkalan Udara Incirlik dan pangkalan lain di Konya, yang terletak sekitar 50 kilometer selatan ibukota Turki Ankara.
 
Penolakan Turki untuk memberikan akses kepada anggota parlemen Jerman terjadi setelah Berlin memblokir kunjungan dan pidato pejabat senior Turki kepada anggota diaspora Turki di Jerman menjelang referendum April di Turki.
 
Pada 20 Juli, Menteri Luar Negeri Jerman Sigmar Gabriel mengatakan bahwa Jerman akan meninjau kembali jaminan negara untuk investasi asing di Turki dan akan mendesak bisnis untuk tidak memasukkan uang mereka ke sana. Gabriel mengatakan bahwa Berlin juga akan meninjau kembali dukungannya terhadap arus keuangan UE ke calon yang lama menjadi anggota blok tersebut.
 
Ankara telah terlibat dalam menekan media, aktivis dan kelompok oposisi, yang diyakini telah berperan dalam putsch yang gagal.
 
Lebih dari 50.000 orang telah ditangkap dan sekitar 150.000 lainnya dipecat atau diskors dari berbagai profesi, termasuk tentara, polisi, guru, dan pegawai negeri, karena dugaan hubungan dengan kelompok teroris.


(Hermansyah)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats