Di Publish Pada Tanggal : Sabtu, 12 Agustus 2017 18:55 WIB

Sedikitnya 13 Warga Sipil Tewas oleh Mortir di Afghanistan Provinsi Faryab

Faryab, HanTer - Sedikitnya 13 orang, termasuk wanita dan anak-anak, tewas ketika sebuah ledakan mortir mengghantam rumah mereka di provinsi utara Afghanistan, Faryab, kata seorang pejabat setempat.
 
Insiden mematikan tersebut terjadi di distrik Dawolat Abad pada hari Jumat malam, kata Jenderal Dilawer Shah Dilawer, kepala polisi provinsi Faryab, pada hari Sabtu, menambahkan bahwa ledakan tersebut juga menimpa setidaknya tiga warga sipil lainnya.
 
Namun, dia mengatakan bahwa pada saat itu tidak jelas apakah kelompok militan Taliban, yang aktif di wilayah tersebut, berada di balik baku tembak tersebut. 
 
Diliner selanjutnya mengatakan bahwa tim keamanan telah dikirim ke lokasi tersebut untuk menyelidiki serangan mematikan tersebut.
 
Dalam beberapa bulan terakhir, provinsi Faryab yang bergolak telah menyaksikan gelombang kekerasan baru saat pasukan pemerintah berusaha menahan pemberontakan Taliban di wilayah tersebut.
 
Pada hari Minggu, sekitar 60 orang, termasuk wanita dan anak-anak, dibantai saat menyerang Desa Mirza Olang di provinsi utara Sar-e Pol. Sejumlah pasukan keamanan Afghanistan juga termasuk di antara korban tewas. Laporan mengatakan pembantaian dilakukan oleh pasukan Taliban dan kelompok teroris Takfiri Daesh.
 
Afghanistan masih menderita keresahan dan kekerasan bertahun-tahun setelah Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya menyerbu negara itu sebagai bagian dari perang teror yang disebut Washington pada tahun 2001. Invasi militer menyingkirkan Taliban dari kekuasaan, namun militansi berlanjut sampai hari ini.
 
Selanjutnya, setiap serangan udara AS juga membunuh tentara Afghanistan dan warga sipil di seluruh negeri. Pada hari Jumat, setidaknya 16 warga sipil terbunuh saat koalisi pimpinan AS melakukan serangan udara di provinsi Nangarhar, Afghanistan timur, yang berbatasan dengan Pakistan. Pada bulan Juni, setidaknya tiga petugas polisi perbatasan Afghanistan terbunuh dalam serangan udara AS di provinsi Helmand. Kembali di bulan Februari, serangan udara Amerika juga menewaskan 22 warga sipil di provinsi yang sama.
 
Perang di Afghanistan merupakan sejarah terpanjang di AS dengan biaya sekitar $ 1 triliun. Lebih dari 2.400 orang Amerika telah meninggal dan 20.000 lagi terluka di negara ini sejak awal invasi. Amerika Serikat saat ini memiliki sekitar 8.400 tentara di Afghanistan dengan 5.000 tentara lainnya dari sekutu NATO.


(Hermansyah)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats