Di Publish Pada Tanggal : Kamis, 03 Agustus 2017 22:53 WIB

Hubungan AS-Rusia pada Titik Terendah, Trump Salahkan Sanksi Kongres

Washington, HanTer - Presiden AS Donald Trump telah memperingatkan bahwa hubungan Washington dengan Moskow berada pada titik terendah yang sangat berbahaya. Ia pun menyalahkan Kongres atas situasi tersebut, sehari setelah dia dengan enggan menandatangani undang-undang sanksi terhadap Rusia.
 
Melalui akun Twitternya pada Kamis (3/8/2017), Presiden Amerika Serikat Donald Trump menulis, "Hubungan kita dengan Rusia berada pada titik terendah sepanjang masa & sangat berbahaya. Anda bisa berterima kasih pada Kongres."
 
Sebelumnya, Kongres mengeluarkan paket sanksi baru pada pekan lalu melawan Rusia, Iran dan Korea Utara. RUU tersebut disahkan dengan marjin yang luar biasa, sehingga menghilangkan prospek hak veto yang dimiliki oleh sang Presiden.
 
Presiden Donald Trump pun menandatangani undang-undang tersebut pada Rabu waktu setempat yang diiringi kritikannya, sehingga menyebut undang-undang tersebut "cacat secara signifikan" dengan "ketentuan inkonstitusional".
 
Trump juga mengeluhkan bahwa undang-undang tersebut dapat mencegahnya untuk mengurangi sanksi terhadap Rusia, melanggar kekuasaan presiden untuk menguraikan kebijakan luar negeri.
 
Presiden telah secara pribadi menentang tindakan tersebut di mana para ajudannya telah melobi para anggota Kongres dengan dalih Trump telah lama mengungkapkan keinginan untuk hubungan yang lebih baik terhadap Rusia.
 
RUU tersebut memberlakukan sanksi tambahan yang sulit terhadap Rusia atas tuduhan campur tangan Moskow dalam pemilihan presiden Amerika Serikat tahun lalu dan penyatuan kembali Crimea dengan Rusia pada tahun 2014.
 
Undang-undang tersebut menargetkan sektor energi Rusia, yang memungkinkan Amerika Serikat untuk memberi sanksi kepada perusahaan-perusahaan yang terlibat dalam pengembangan jaringan pipa minyak Rusia dan menempatkan pembatasan pada beberapa eksportir senjata Rusia.
 
Rusia pun menanggapi undang-undang tersebut dengan mengatakan bahwa sanksi itu termasuk dalam perang dagang skala penuh dan mengakhiri harapan akan hubungan yang lebih baik dengan pemerintahan Donald Trump. Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan 755 diplomat AS untuk meninggalkan negara tersebut setelah Kongres mengeluarkan undang-undang tersebut.
 
Keinginan Trump untuk hubungan yang lebih baik dengan Moskow telah terhambat oleh tuduhan dari badan intelijen Amerika Serikat bahwa Rusia mengoperasikan serangkaian serangan cyber profil tinggi untuk mengubah hasil pemilihan presiden 8 November yang mendukung Trump.
 
Seorang penasihat khusus serta beberapa komite kongres sedang menyelidiki apakah pemerintah Rusia berkoordinasi dengan rekan-rekan Trump selama kampanye dan transisi 2016. Namun Trump membantah adanya kolusi dengan kampanyenya dan Moskow membantah campur tangan.
 
Undang-undang tersebut juga mencakup sanksi baru terhadap Iran mengenai program rudal balistiknya dan "dukungan terus untuk terorisme." Sanksi anti-Iran menyusul dua set sanksi yang diluncurkan pada bulan Februari dan Mei oleh Departemen Keuangan AS mengenai program rudal Iran. 


(Hermansyah)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats