Di Publish Pada Tanggal : Sabtu, 29 Juli 2017 15:33 WIB

Korea Utara: Seluruh Daratan Amerika Berada dalam Jangkauan ICBM-nya

Pyongyang, HanTer - Pyongyang mengkonfirmasikan bahwa pihaknya telah meluncurkan rudal balistik antar benua (ICBM) lainnya, pada Jumat (28/7/2017) waktu setempat, dimana pemimpin Korea Utara Kim Jong-un mengatakan bahwa seluruh daratan Amerika Serikat sekarang berada dalam jangkauan rudal yang baru diujinya tersebut.
 
Kantor Berita Pusat Korea Utara (KCNA) Korea Utara melaporkan pada hari Sabtu bahwa apa yang diluncurkan hari sebelumnya merupakan versi update dari ICBM Hwasong-14, yang terbang sejauh 998 kilometer untuk sekitar 47 menit pada ketinggian maksimum 3.724,9 kilometer .
 
Ditambahkan bahwa pemimpin Korut telah mengawasi tes ICBM kedua, mengutip Kim yang mengatakan bahwa rudal jarak jauh tersebut menunjukkan kemampuan serangan mendadak di negara tersebut dan mengirim "peringatan serius" ke Amerika Serikat.
 
Sementara itu, pihak berwenang Amerika Serikat juga telah mengkonfirmasi bahwa rudal itu adalah ICBM, namun meremehkan klaim bahwa hal itu bisa mencapai daratan AS.
 
Namun, Kementerian Pertahanan Rusia, dalam sebuah pernyataan, meragukan sifat rudal tersebut, dengan mengatakan karakteristiknya tampak "rudal balistik jarak menengah."
Menurut pernyataan tersebut, rudal tersebut mencapai ketinggian 681 kilometer (420 mil) dan terbang sejauh 732 kilometer sebelum mendarat di Laut Jepang.
 
Peluncuran uji coba terbaru Korut itu sontak menimbulkan kecaman keras dari musuh regional Korea Utara, termasuk Jepang dan Korea Selatan serta Amerika Serikat, yang baru saja memulai latihan militer langsung, menggunakan rudal permukaan-ke-permukaan, dengan Korea Selatan sebagai tanggapan atas Peluncuran rudal
 
Uni Eropa juga mengecam Korea Utara atas uji coba rudal tersebut, dengan mengatakan bahwa negara tersebut merupakan "ancaman serius bagi perdamaian dan keamanan internasional."
 
Perkembangan tersebut terjadi sekitar 10 bulan setelah Pyongyang melakukan uji coba nuklir kelima. Program nuklir dan rudal Korea Utara telah menarik sanksi keras dari Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Barat sejak 2006.
 
Korea Utara menganggap AS sebagai musuh utamanya. AS telah mengadopsi postur perang seperti berhadapan dengan Pyongyang dan memiliki kehadiran militer permanen di wilayah tersebut.
 
Korea Utara pertama kali menguji sebuah ICBM pada tanggal 4 Juli, dengan perkiraan jarak 5.500 kilometer dan mampu memukul Alaska. Negara tersebut melihat kemampuan rudal dan nuklirnya sebagai pencegah yang kuat melawan agresi AS potensial.


(Hermansyah)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats