Di Publish Pada Tanggal : Senin, 24 Juli 2017 22:42 WIB

Rusia Peringatkan Sanksi Baru AS menjadi Bumerang

Kremlin, HanTer - Pejabat teras Rusia telah memperingatkan bahwa babak baru sanksi yang dikeluarkan oleh Amerika Serikat terhadap Rusia akan menjadi bumerang karena merugikan kepentingan kedua negara.
 
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan bahwa Rusia dengan hati-hati mengawasi jalannya peristiwa yang dapat menyebabkan babak baru sanksi oleh Kongres Amerika Serikat di Moskow mengenai dugaan campur tangan di Ukraina.
 
"Kami menganggap kelanjutan dari retorika sanksi yang kontraproduktif dan berbahaya bagi kepentingan kedua negara," kata Peskov, Senin (24/7/2017). 
 
Dirinya menambahkan bahwa terlalu dini untuk membicarakan kemungkinan penanggulangan yang potensial dari Rusia karena laporan menunjukkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump masih ragu-ragu mengenai Penandatanganan pada RUU Kongres, yang diperkirakan akan selesai pada hari Selasa.
 
Partai Demokrat dan senator Republikan di Dewan Perwakilan Rakyat AS dilaporkan telah mencapai kesepakatan untuk menyetujui RUU tersebut untuk menjatuhkan sanksi berat kepada Rusia, Iran dan Korea Utara.
 
Teks itu dikabarkan secara luas di Senat pada pertengahan Juni lalu namun terhenti di DPR karena kekhawatiran bahwa Trump akan menolak untuk mengesahkan undang-undang tersebut.
 
Bagaimanapun, perundang-undangan ini akan menempatkan Trump di bawah arloji Kongres dan akan mencegahnya untuk secara sepihak mengurangi hukuman melawan Moskow di masa depan. Itu bertentangan dengan latar belakang laporan tentang dugaan kolusi antara pembantu Trump dan pemerintah Rusia selama pemilihan presiden tahun lalu di AS. 
 
Direktur komunikasi Gedung Putih Anthony Scaramucci mengatakan bahwa Trump masih mempertimbangkan keputusan mengenai masalah ini.
 
Seperti diketahui, hubungan antara Rusia dan Amerika Serikat mencapai titik terendah pada tahun-tahun terakhir di kantor mantan presiden AS Barack Obama. AS dan sekutunya di Eropa memberlakukan sanksi ekonomi dan militer terhadap Rusia setelah semenanjung Black Sea di Crimea mengadakan referendum pada tahun 2014 dan bergabung kembali dengan Rusia. Sanksi tersebut telah diperpanjang beberapa kali.
 
Obama juga memerintahkan penutupan beberapa misi diplomatik Rusia di AS dan mengusir puluhan diplomat Rusia setelah ada laporan mengenai dugaan dukungan Moskow atas operasi hacking yang merongrong peluang presiden Demokrat Hillary Clinton dalam pemilihan tahun lalu.


(Hermansyah)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats