Di Publish Pada Tanggal : Selasa, 18 Juli 2017 03:18 WIB

Militan Bunuh Lima Anggota Pasukan Mesir di Semenanjung Sinai Utara

Semenanjung Sinai, HanTer - Sedikitnya lima orang anggota pasukan keamanan Mesir tewas dan beberapa lainnya terluka di Semenanjung Sinai utara setelah militan yang diduga dari kelompok teroris Daesh Takfiri, melancarkan serangan penyergapan terhadap kendaraan militer militer, dengan menggunakan tembakan senjata api dan bom.
 
Insiden mematikan tersebut terjadi pada hari Senin (17/7/2017), ketika gerilyawan awalnya menembaki sebuah kendaraan lapis baja, membawa sejumlah pasukan keamanan, sebelum membakarnya di kota al-Arish, pejabat keamanan melaporkan, berbicara dengan syarat untuk tidak disebut namanya.
 
Saat bala bantuan mencapai lokasi tersebut, militan meledakkan sebuah bom di pinggir jalan, ledakannya merobek sebuah kendaraan tentara lainnya. Sepasang serangan tersebut merenggut nyawa lima pasukan keamanan dan menimbulkan luka-luka pada setidaknya 11 lainnya, tambah pejabat tersebut.
 
Enam polisi lainnya juga terluka di sekitar sebuah bandar udara di selatan kota yang bergolak setelah kendaraan lapis baja mereka terkena bom pinggir jalan yang dikendalikan jarak jauh.
 
Seorang pejabat Kementerian Dalam negeri mengkonfirmasi pembunuhan tersebut ke kantor berita negara. Namun tidak ada individu atau kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan mematikan tersebut, namun serangan semacam itu biasanya dilakukan oleh kelompok teroris lokal Velayat Sinai Takfiri, Dae Dae, yang sebelumnya dikenal sebagai Ansar Beit al-Maqdis, yang berjanji setia kepada Daesh pada tahun 2014.
 
Sebelumnya pada hari itu, pesawat tempur F-16 Mesir dilaporkan menerjang pertemuan teroris di berbagai wilayah-wilayah yang bergejolak, sehingga menewaskan 30 militan.
 
Selama tahun lalu, Mesir telah menderita lonjakan serangan teroris yang menargetkan warga sipil di daratan. Kelompok teror Velayat Sinai telah menyerang pasukan keamanan di wilayah bergolak sejak awal tahun 2013. Teroris sejauh ini telah membunuh ratusan anggota pasukan keamanan.
 
Kelompok ini kemudian memperluas serangan terhadap anggota komunitas Kristen Koptik Mesir serta orang asing yang mengunjungi negara tersebut. Hal itu telah mendorong pemerintah untuk memberlakukan keadaan darurat dan memperluas tindakan keras yang kontroversial, yang oleh para kritikus sebagian besar telah menargetkan pembangkang.


(Hermansyah)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats