Di Publish Pada Tanggal : Selasa, 18 Juli 2017 01:36 WIB

China Menentang RUU NDAA Amerika

Beijing, HanTer - Pemerintah Chiba telah mengajukan keberatan resmi ke Washington mengenai berlalunya rancangan undang-undang (RUU) yang akan memperluas hubungan militer antara Amerika Serikat dan Taiwan. RUU tersebut akan pindah ke Senat AS untuk ditandatangani oleh presiden sebelum menjadi undang-undang.
 
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Lu Kang pada hari Senin (17/7/2017) menyatakan bahwa negaranya menentang Undang-Undang Otorita Pertahanan Nasional (NDAA) yang baru-baru ini disahkan oleh Dewan Perwakilan AS, dengan mengatakan bahwa tindakan tersebut berjalan serius melawan prinsip "Satu China" dan merupakan campur tangan dalam urusan dalam negeri China.
 
"China dengan tegas menentang segala bentuk pertukaran resmi dan kontak militer antara AS dan Taiwan," Lu mengatakan kepada wartawan pada sebuah konferensi pers reguler, menambahkan bahwa Beijing telah membuat "representasi tegas" ke Washington mengenai "konten negatif" RUU tersebut.
 
NDAA, yang disahkan pada hari Jumat lalu, berisi sebuah bagian yang meminta AS untuk memperluas pengeluaran pertahanannya di Taiwan dan untuk memberikan Taipei pelatihan militer yang meningkat.
 
"Kami mendesak Amerika Serikat untuk sepenuhnya mengenali bahaya serius dari klausul yang relevan dalam undang-undang tersebut, dan tidak membiarkan mereka menjadi undang-undang, dan tidak mengembalikan roda sejarah untuk menghindari kerusakan gambaran luas kerjasama Sino-AS," tegas Lu Kang.


(Hermansyah)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats